oleh

Destinasi Wisata Sultra, Upacara Suci di Pantai Nambo

Kendari

Pantai Nambo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Sulawesi Tenggara (Sultra), terletak di Kelurahan Nambo Kecamatan Abeli Kota Kendari. Pantai yang khas dengan panorama alam pesisirnya ini selalu ramai pengunjung, yang menghabiskan akhir pekan bersama keluarga, handai taulan, rekan kerja, teman sebaya sepermainan, tak luput komunitas-komunitas kreatif.

Terpantau pada Senin (3/42019), sekitar 2.500 warga 16 Desa dilima Kecamatan, Langgata, Mowila, Landono, Ranometo Barat, dan Kendari, memadati Pantai Nambo. Rupanya disiang cerah ini, di Pantai Nambo tengah digelar ritual Melasti Upacara Suci umat Hindu.

Dijelaskan oleh Gusti Kadek Sumber Kadana, selaku Ketua Pelaksana Upacara Melasti, Upacara Melasti digelar sehubungan dengan perayaan Nyepi, 7 Maret 2019 mendatang. Kata Gusti, Upacara Melasti ini dimaksudkan dalam rangka proses Pensucian Buana Agung dan Buana Alit Alam beserta isinya.

“Demikian pula kami selaku pribadi-pribadi umat Hindu agar bersih secara lahir dan bathin sehingga siap menyambut hari raya Nyepi” jelasnya.

Pelaksanaan Upacara Melasti ini, lanjut Gusti, dilaksanakan selang seling, ditahun pertama akan dilaksanakan dirumah masing-masing secara sederhana, namun tanpa mengurangi makna, dan ditahun kedua akan dilaksanakan di Pantai Nambo.
Menurutnya, Pantai Nambo dipilih untuk pelaksanaan Upacara Melasti karena memiliki beberapa faktor pendukung, yakni area parkir yang luas, suasana yang nyaman, letak yang sangat strategis untuk dijangkau.

Tak kalah penting kata Gusti, aspek penilaian religi, yang sangat tepat titik lokasinya untuk digelarnya Upacara Melasti di Pantai Nambo.

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Kendari La Ode Darmawan Dimi mengatakan, berdasarkan pertimbangan aspek pariwisata, ritual keagamaan dapat menarik perhatian wisatawan daerah, maupun wisatawan asing. Wisatawan yang memiliki minat religi dan kebudayaan yang tinggi.

“Dari tahun ketahun kegiatan keagamaan selalu mengalami kemajuan dari segi jumlah (pengunjung destinasi wisata). Dua tahun lalu kurang lebih 500 orang yang hadir, sekarang 2.500 orang yang hadir mengikuti upacara ini. Berdasarkan data ini, pemerintah kota kendari memberi perhatian, salah satunya dengan menyiapkan lahan khusus, untuk ritual keagamaan,” kata Darmawan.
[ Agus Salim # ]

Komentar

News Feed