Bonus Atlet Baubau Belum Terbayar!

Kadispora Baubau, Moh Tasdiq.

Baubau

Kota Baubau adalah salah satu tuan rumah penyelenggara ajang Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2022 (Porprov XI). Meskipun dapat terbilang “sukses”dalam penyelenggaraannya, namun masih meninggalkan permasalahan, yakni belum dibayarkannya bonus Atlet berprestasi.

Seperti diketahui, Baubau menempati posisi ketiga teratas, dari 17 kabupaten/kota peserta event bergengsi Bumi Anoa tersebut. Berdasarkan poin jumlah medali yang diraih Baubau, medali emas, medali perak, dan medali perunggu.

Sampai hari ini pencairan bonus masih tertunda, hingga mengundang tanda tanya dari kalangan Atlet Negeri Syara Patanguna. Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Baubau, Moh Tasdiq, dengan mengurai sejumlah alasan penyebabnya.

“Hingga hari ini pencairan bonus masih tertunda, diakibatkan minimnya anggaran yang tersedia, dan ketidakpastian pelaksanaan Porprov kemarin,” ungkap Tasdiq.

Sebelumnya, kata mantan Kabag Hukum Setda Baubau ini, pembahasan Porprov masih tanda tanya terkait kepastian jadwal pelaksanaannya, hingga mempengaruhi kepastian anggaran yang tersedia.

Pembahasan anggaran, lanjut Tasdiq, sebesar Rp 5,5Milyar dari KONI Baubau, itupun masih diluar Bonus Atlet. Dikarenakan jumlah cabor yang bertambah, jumlah Atlet dan jumlah raihan medali, menimbulkan perubahan secara signifikan berapa besaran dana yang dikeluarkan untuk itu.

Dana Rp 5,5Milyar berupa dana hibah dari Pemkot Baubau, tidak akan mencukupi membayar bonus para Atlet.

“Oleh karena minimnya anggaran tadi, sehingga kami pun tidak memberikan bonus bila hanya untuk sebagian Atlet saja. Karena takutnya akan ada ketimpangan dikemudian hari, maka kita harus menunggu anggarannya lagi, dari pembahasan anggaran ditahun 2023,” ujarnya.

Tasdiq menambahkan, bahwa permasalahan anggaran inipun sebenarnya sudah dibahas pada pembahasan anggaran 2023. Tetapi untuk mengeluarkan itu semua, masih menunggu kepastian hukum, dan Peraturan Wali Kota.

“Sebenarnya berbicara anggaran adalah gawaian dari KONI Baubau, bukan Dispora Baubau. Kami cukup memfasilitasi saja, adapun terkait berapa jumlah bonus yang akan diterima peraih medali nantinya. “Begitu pula jumlah bonus secara keseluruhan, kami tidak tau itu, karena bukan wewenang kami. Dari KONI Baubau yang lebih tau pasti,” urainya. (Redaksi)

Komentar