Baubau
Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Kota Baubau, Hj Aryati Yusran, menginisiasi pilot project Taman Kanak-Kanak (TK) Rakyat. Gagasan ini adalah solusi konkrit untuk meningkatkan partisipasi PAUD, khususnya pada anak berumur 5-6 tahun, untuk bersekolah sebelum menempuh pendidikan di sekolah dasar.
Konsep TK Rakyat, di TK Negeri Taman Siswa Baubau, hadir dengan pemenuhan sarana prasarana, seluruh fasilitas penunjang pendidikan yang dibutuhkan bagi anak berumur 5-6 tahun, agar dapat mengenyam pendidikan yang setara, yang optimal.
TK Rakyat ini diselenggarakan di Jalan Dayanu Ikhsanuddin, Kecamatan Betoambari, di gedung dan area pekarangan kantor Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau. Baru dibuka saja, sebanyak 35 peserta didik sudah didaftarkan oleh para orang tua, untuk bersekolah di TK Rakyat pertama di negeri Sara Patanguna tersebut.
Kepala Dikbud Baubau, Eko Prasetya, mengatakan, inisiasi Bunda PAUD, Hj Aryati Yusran, menjawab permasalahan progres sampai dengan 2025 semester pertama, tingkat partisipasi PAUD, khususnya anak berumur 5-6 tahun, kurang menggembirakan. Angkanya kurang lebih 70an persen, sehingga butuh effort besar untuk mengeskalasinya, agar bisa lebih meningkat.
“Artinya, pendidikan yang kita tahu adalah pendidikan untuk semua. Bahkan pun janji kemerdekaan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Bukan strata masyarakat tertentu saja, tetapi seluruh anak bangsa, baik yang mampu maupun tidak mampu,” ungkapnya.
Eko menyebutkan, TK Rakyat ini juga mengejawantahkan apa yang menjadi inspirasi Presiden Prabowo Subianto, dengan membuat Sekolah Rakyat. Infrastruktur pendidikan berkualitas, dimana bagi siswa dan/atau orang tua siswanya tidak mengeluarkan pembiayaan sama sekali.
Perdana TK Rakyat diselenggarakan di Kecamatan Betoambari, dengan jumlah peserta didik sebanyak 35 anak, merupakan gayung bersambut, bahwa kebijakan Walikota-Wakil Walikota disambut baik oleh masyarakat.
“Evaluasi akan terus kita lakukan untuk tindaklanjut program di Kecamatan lainnya. Tanpa mengganggu ekosistem penyebaran sekolah-sekolah yang sudah ada sebelumnya,” ujarnya.
Kriteria peserta didik TK Rakyat sendiri, kata Eko, adalah dilatarbelakangi rendahnya partisipasi PAUD diumur 5-6 tahun, karena adanya pembiayaan yang perlu dikeluarkan oleh orang tua anak. Masyarakat menengah ke bawah lah yang diberikan kesempatan besar untuk menyekolahkan anaknya di TK Rakyat.
(Redaksi)
















Komentar