H La Ode Arusani – Drs La Makiki MPd
Kasamea.com, Busel
“Beliau sangat mendukung sepenuhnya, dan mengarahkan, semua demi peningkatan mutu pendidikan dan SDM di Busel,” La Makiki.
Fokus Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) dibawah kepemimpinan sang Bupati La Ode Arusani dalam meningkatkan mutu pendidikan serta sumber daya manusia (SDM) patut diapresiasi. Ekspektasi publik atas kinerja pelayanan pemerintahan, khususnya dunia pendidikan dijawab dengan berbagai inovasi, terobosan kinerja melalui Dinas Pendidikan.
Terkini, Pemkab Busel mendorong keikutsertaan sekolah dalam Program Sekolah Penggerak.
Program Sekolah Penggerak yang juga dikenal dengan sebutan PSP adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila. Berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).
Dalam wawancara singkat, Kepala Dinas Pendidikan Busel, La Makiki, mengatakan, PSP diikuti 139 kab/kota di Indonesia. Di Sultra sendiri, ada lima daerah, Kota Baubau, Kabupaten Muna Barat, Bombana, Kolaka Timur, dan Busel salahsatunya.
La Makiki optimis tahun ini Busel masuk dalam PSP ditingkat TK, SD, SMP, juga SMA.
Pendaftaran PSP yang dilakukan para Kepala Sekolah pun dilakukan terpusat di gedung Lamaindo. Ini untuk kebersamaan, agar memudahkan koordinasi, saling “mengisi” dalam prosesnya. Benar benar serius mereka.
La Makiki menambahkan, melalui PSP ini nantinya, sekolah yang lolos akan mendapat dana sharing dari pusat juga daerah.
“Pak Bupati sudah punya testimoni, dan alhamdulillah beliau sangat mendukung. Beliau siap untuk tidak mengganti Kasek selama PSP ini berjalan, dan juga tidak memutasi guru-guru di sekolah yang masuk PSP,” jelas La Makiki.
La Makiki membeberkan betapa keseriusan Bupati Busel dalam mengkoordinasikan serta mengawal berbagai program pendidikan di negeri Beradat tersebut. Terlebih lagi target PSP adalah peningkatan mutu pendidikan, mutu pembelajaran, karena serba difasilitasi semua, akan diberikan suntikan dana, dana BOS kinerja.
Kata La Makiki, PSP sejalan dengan semangat Busel dalam menjadikan pendidikan sebagai ikonnya.
“Dikbud Busel hendak mencapai kemajuan bidang pendidikan. Pengembangan SDM itu sendiri, dan pembelajaran yang mantap, bagus. Kita diminta masukan berbagai kriteria, termasuk kesiapan pemerintah daerah dalam menyambut PSP. Daerah kita siap, pak Bupati siap,” semangatnya.
Selain fokus pada PSP, Disdik Busel juga telah membangun infrastruktur pendidikan dengan berbasis online. Pembenahan dari segi IT di sekolah-sekolah.
Meski terhitung sebagai daerah baru, namun dua tahun sudah Busel menyelenggarakan ujian online. Termasuk nantinya ujian asesmen, Busel online semua di 104 SD dan SMP.
“Bukan cuma ujian tetapi ulangan juga dilakukan online sekolah-sekolah. Alhamdulillah lancar,” syukur La Makiki.
La Makiki kembali mengungkapkan harapannya, bahwa berbagai inovasi, terobosan, fokus kinerja maksimal dalam dunia pendidikan di Busel, berbuah hasil, ikon Busel adalah pendidikan.
Mendukung itu pula, Disdik Busel telah membenahi sekitar 80 persen berbagai sarana prasarana pendidikan. Termasuk ketersediaan tenaga pendidik, ditingkat SD, SMP dengan GTT 977 orang, dan PNS 852 orang.
Apa yang dilakukan Disdik Busel dibawah kepemimpinan La Makiki, dalam peningkatan mutu pendidikan dan SDM Busel, dibawah koordinasi serta arahan La Ode Arusani, tentu mengingatkan kita pada sebuah kontradiksi. Ketika sang Bupati “diserang” dengan rekam jejak pendidikannya, dikaitkan dengan dugaan ijazah palsu.
Beberapa waktu lalu perhatian publik tertuju pada masalah tersebut. Alhasil, dalam proses hukumnya, hingga saat ini tak terbukti, bahkan telah SP3 (surat perintah penghentian penyidikan).
Melalui tangan dingin La Makiki yang mampu mengejawantahkan alur pikir kebijakan sang Bupati, mari kita doakan bersama, kita suport bersama, agar Busel mampu mewujudkan mutu pendidikan terbaik, meningkatkan SDM putera puterinya, mencapai cita-cita pemekarannya, mengingat niat suci kelahirannya.
[Red]















Komentar