oleh

Cegah Covid-19, Fuel Terminal Baubau Ketat Terapkan Protokol Kesehatan

kasamea.com BAUBAU

Sejak awal pandemi covid-19 melanda, dan Pemerintah mulai menerapkan protokol kesehatan pencegahan sebaran virus mematikan ini, sejak itu pula Fuel Terminal Baubau PT Pertamina (Persero) menekankan kepada seluruh karyawannya untuk menjalankan protokol kesehatan memutus rantai sebaran covid-19.

Fuel Terminal Baubau secara ketat menjalankan 3 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak), wajib untuk seluruh karyawan.

Diungkapkan Manager Fuel Terminal Baubau, Adi Rachman, Pertamina selalu mengikuti Peraturan Pemerintah, termasuk Keputusan Menteri. Yang kemudian melalui jajaran Direksi Pertamina membuat surat edaran yang mengatur Protokol Kesehatan yang harus dilakukan selama pandemi ini.

Pihaknya, kata Adi Rachman, selalu menyesuaikan diri pada setiap perubahan Peraturan Pemerintah, begitupun terhadap Protokol yang dibuat Pertamina.

Terkait dengan akses karyawan maupun tamu, wajib mengikuti Protokol yang sudah ditetapkan. Disini, setiap karyawan maupun tamu yang akan masuk ke dalam area kerja Fuel Terminal Baubau, harus menjalani cek suhu tubuh, mencuci tangan dengan sabun atau menyemprotkan hand sanityzer.

“Yang pasti wajib 3M,” tegas Adi Rachman, saat ditemui ruang kerjanya, di kantor Fuel Terminal Baubau beberapa waktu lalu.

Tegas, Fuel Terminal Baubau melarang masuk orang yang tidak memakai masker. Termasuk yang suhu tubuhnya diatas suhu tubuh normal, dilarang masuk kantor, atau seluruh area kerja.

Di beberapa titik area kerja Fuel Terminal Baubau juga telah disiapkan fasilitas mencuci tangan, dan membatasi tempat duduk dengan menjaga jarak.

“Contoh ada tanda di kursi yang tidak boleh diduduki. Di ruang rapat juga ada pembatasan berapa orang maksimal yang dapat mengikuti rapat di dalam ruangan,” jelas Adi Rachman.

Tak hanya di kantor dan area kerja, masuk dalam kendaraan mobil juga diatur, agar tetap menggunakan masker, dan berapa orang maksimal dalam satu kendaraan, menjaga jarak.

Selain hal-hal teknis yang sifatnya mengatur di lapangan, dalam melakukan meeting, Fuel Terminal Baubau mengoptimalkan fasilitas video converence.

“Kadang kita rapat beda ruangan, hanya melaui video converence. Meminimalisasi kita bertemu secara langsung, atau berkumpul bersama-sama dalam satu ruangan,” kata Adi Rachman.

Adi Rachman menuturkan, sampai saat ini seluruh karyawan tetap menjalankan Protokol Kesehatan, menerapkan surat edaran resmi, yang memang diatur secara tertulis. Dan, bila tidak dijalankan, tentu ada panishmen.

Selain itu juga, Fuel Terminal Baubau tak luput setiap bulan rutin melakukan rapid tes. Untuk mengetahui kondisi kesehatan karyawan, dan upaya memutus rantai sebaran covid-19.

Dari hasil rapid tes, bila ditemukan yang reaktif, maka dilanjutkan dengan swab. Untuk karyawan yang rapid tes-nya reaktif, atau hasil swab-nya positif covid-19, menjalani karantina mandiri, baik di rumah sehat yang sudah disiapkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Baubau, atau karantina mandiri.

“Meskipun kami punya medikal klinik sendiri, namun bisa juga meminta masukan dari Gugus Covid-19,” kata Adi Rachman.

[RED]

Komentar

News Feed