oleh

Dua Pengedar Sabu Diamankan BNNP Sultra

Kendari

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara mengamankan dua pengedar narkotika golongan I jenis Sabu. Keduanya, SD (24) dan HPS (29) telah ditetapkan sebagai Tersangka dugaan Tindak Pidana Narkotika.

Tesangka SD asal Kota Kendari diamankan saat bertransaksi di Jalan Pasar Panjang Kelurahan Bonggoeya Kecamatan Wua-wua Kota Kendari.

Kronologis diamankannya SD, berawal pada hari Senin (12/3/2019) Tim Pemberantasan BNNP Sultra menerima informasi dari masyarakat akan adanya transaksi narkoba jenis Sabu disekitar Pasar Panjang Kota Kendari. Kala itu SD diamankan dan dilakukan interogasi.

Saat digeledah, ditemukan tiga bungkus plastik paket Sabu dalam sebuah bungkus rokok. Modus Tersangka, Tersangka menerima Sabu dengan cara tempel, dan diedarkan.

Barang bukti yang diamankan: tiga bungkus plastik bening berisi kristal warna putih, diduga Sabu dengan berat 15,83 gram, satu bungkus rokok, tiga lembar kertas pembungkus Sabu, dan satu unih Handphone.

Tersangka HPS yang juga asal Kota Kendari diamankan di Pelabuhan Fery Kolaka, Jalan Pancasila Kelurahan Labambaga Kecamatan Kolaka Kabupaten Kolaka.

Kronologis diamankannya HPS, pada hari Jumat (15/3/2019) Tim Pemberantasan BNNP Sultra menerima informasi dari masyarakat tentang adanya transaksi narkoba jenis Sabu, yang akan diseberangkan dari Pelabuhan Bajoe Provinsi Sulawesi Selatan, menuju Pelabuhan Kolaka. Tim Pemberantasan BNNP Sultra kemudian melakukan penyelidikan, dan mengejar pelaku.

Saat kapal penumpang KM Fais rute Bajoe-Kolaka tiba di Pelabuhan Kolaka, Tim Pemberantasan BNNP Sultra bersama KPPP Kolaka melakukan penyisiran. Pelaku HPS pun berhasil diamankan.

Saat digeledah, ditemukan dua bungkus plastik bening diduga berisi Narkotika jenis Sabu, yang disimpan dalam dua bungkus Nestle Nestum Madu, yang disembunyikan dalam tas ransel berwarna hitam.

Dari hasil pengungkapan, modus Pelaku, mengambil Sabu di Bone Provinsi Sulawesi Selatan, akan diedarkan di Kota Kendari.

Barang bukti yang diamankan bersama Pelaku: dua bungkus plastik bening berisi kristal putih diduga Sabu, dengan berat 1082 gram, dua bungkus Nestle Nestum Madu, satu lembar tiket Pesawat, satu unit Handphone, satu lembar baju kaos warna hitam, satu kantong plastik warna putih merk BTC Group, dan satu buah tas ransel warna hitam.

Tersangka SD disangkakan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 (2) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan Tersangka HPS disangkakan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara, hingga ancaman hukuman mati. (Sumber: rilis Humas BNNP Sultra 18/3/2019)

~ Vonizz.com ~

Komentar

News Feed