oleh

Dugaan Penganiayaan Wartawan di Kendari, PWI Sultra: Usut Tuntas

Kasamea.com Kendari

Persatuan Wartawan Indonesia Sulawesi Tenggara (PWI Sultra) mendesak Kapolda Sultra segera mengusut tuntas dugaan penganiayaan terhadap Wartawan Berita Kota Kendari, Rudinan. Dugaan penganiayaan terjadi, saat Rudinan melakukan tugas peliputan aksi unjuk rasa di kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari, Kamis (18/3).

Ketua PWI Sultra, Sarjono mengungkapkan, pimpinan Polri harus mempertanggungjawabkan tindakan represif yang diduga dilakukan anggotanya. Situasional penanganan aksi yang berimplikasi resiko bagi awak media, tidak dapat menjadi alasan pembenaran terjadinya tindak kekerasan terhadap Wartawan.

“Kami meminta kepada semua pihak untuk menghargai Wartawan dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik, sesuai Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999,” tegas Sarjono, dalam keterangan tertulis.

Informasi yang dihimpun Kasamea.com, dugaan penganiayaan Wartawan Rudinan terjadi saat aksi unjuk rasa elemen Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Keadilan Sulawesi Tenggara (PK-Sultra) di Kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari, Kamis (18/3), yang diduga berlangsung ricuh saat massa aksi mencoba membakar ban di depan gerbang kantor BLK Kendari, namun dihalangi oleh aparat Kepolisian yang melakukan pengamanan.

Meskipun telah menunjukkan kartu identitas sebagai pekerja Pers, Wartawan Rudinan terkena pukulan dibagian kepala, yang diduga dilakukan oknum Polisi. Tak hanya kena pukul, diduga Wartawan Rudinan juga dicaci dengan sebutan nama binatang.

[Red]

Komentar

News Feed