oleh

Enam Tersangka 2,6 Kg Sabu Diamankan BNNP Sultra

KENDARI

Badan Nasional Narkotika Provinsi Sulawesi Tenggara (BNNP Sultra), Senin (6/5) merilis, berhasil mengamankan enam tersangka dua kasus tindak pidana narkotika golongan I jenis sabu, dengan barang bukti lebih dari 2,6 Kg. Tersangka dan barang bukti ini diamankan didua tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda hanya selang dua hari, kasus I Minggu 28-04-2019 pukul 08.20 Wita dan kasus II Selasa 30-04-2019 pukul 10.00 Wita.

Kasus I: TKP didalam sebuah ruko di Jalan Martandu Kelurahan Anduonohu Kecamatan Poasia, tersangka lelaki inisial SY (32), lelaki FPA (28), lelaki SM (47). Ketiganya diamankan setelah adanya informasi dari masyarakat tentang pesta sabu di TKP.

Tiga TSK ini diamankan dalam sebuah kanmar saat tengah menggunakan sabu, dan setelah dilakukan penggeledahan, sabu seberat 621 gram ditemukan dalam sebuah panci. Barang bukti lainnya: alat timbang digital, alat konsumsi sabu, 330 lembar sachet kosong, 3 buah buku rekapan pembeli, satu kartu ATM BCA.

Modus pelaku, mengambil sabu didepan Hotel Same Kendari, selanjutnya membawanya ke ruko (TKP) dan akan dikemas kembali dalam berbagai beratn dan kemudian diedarkan dengan cara menempel.

Kasus II: Bidang Pemberantasan BNNP Sultra menerima informasi dari masyarakat tentang rencana transaksi narkotika diwilayah Konawe, sehingga Tim mendalami informasi tersebut. Dari hasil pendalaman, didapatkan informasi akan ada kurir yang membawa narkotika jenis sabu dari Kabupaten Toraja Sulawesi Selatan.

Dengan adanya informasi tersebut Tim BNNP Sultra berangkat menuju Konawe, hingga ke Kolaka Timur kembali ada informasi bahwa TSK AHB melakukan perjalanan menumpang Bis dari Toraja menuju Kendari. Tim BNNP Sultra mengikuti Bis tersebut, dan baru melakukan penangkapan ketika penumpang dengan ciri-ciri pelaku turun dari Bis, di Jalan R Suprapto Kelurahan Watulondo Kecamatan Powatu Kendari.

Dari hasil pengembangan penangkapan AHB, Tim BNNP Sultra berhasil menangkap TSK AB di Bundaran Mandonga, yang merupakan pengendali.

Tak behenti disitu, Tim BNNP Sultra terus mendalami kasus tersebut, dan menangkap TSK FT, setelah berkoordinasi dengan Kepala Lapas Klas IIA Kendari. FT merupakan bandar dan pengendali sabu dari dalam Lapas Klas IIA Kendari. Ketiga TSK pun langsung diamankan di BNNP Sultra.

Modus pelaku, FT bandar sekaligus pengendali dari dalam Lapas Klas IIA Kendari meminta AHB berangkat ke Toraja mengambil narkotika golongan I jenis sabu untuk dibawa ke Kendari.

Barang bukti yang diamankan, satu bungkus plastik berisi kristal warna putih diduga narkotika golongan I jenis sabu yang dibalut menggunakan isolasi warna biru dengan kode I berat bruto 1.052 kg. Satu bungkus plastik bening yang berisi kristal warna putih diduga narkotika golongan I jenis sabu yang dibalut isolasi warna biru, dengan kode II berat bruto 1,054 kg.

Untuk kasus I TSK dikenakan Pasal 132 ayat (1) junto Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (1) dan/atau Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Untuk kasus II TSK dikenakan Pasal 132 ayat (1) junto Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara, hingga terancam pidana hukuman mati.

[ VONIZZ report ]

Komentar

News Feed