oleh

Gerakan Bersama Melawan Covid-19, Fisip UM Buton Beri 500 Pelindung Diri untuk Tenaga Medis

kasamea.com BAU-BAU

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Buton (Fisip UM Buton) tak mau hanya berdiam diri, mereka memilih untuk berbuat secara nyata, bergerak bersama melawan corina virus disease 19 (covid-19). Mereka membuat dan memberikan Alat Pelindung Diri (APD) kepada para tenaga medis, yang menjadi gaeda terdepan dalam penanganan covid-19 pandemi global ini.

Inisiatif membuat dan memberikan APD ini karena menyikapi kondisi situasi terkini, terjadi kelangkaan dan keterbatasan APD, khususnya bagi para tenaga medis. APD yang dibuat pun memanfatkan bahan bahan yang mudah didapat. APD buah tangan Fisip UM Buton ini sudah diserahkan kepada tenaga medis Puskesmas dan Rumash Sakit di Kota Baubau, Kabupaten Buton, dan Buton Selatan.

“Kami membuat pelindung wajah dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapati disini, selanjutnya sasaran pembagiannya kepada petugas medis baik di puskesmas hingga rumah sakit,” demikian dikatakan Andy Arya Maulana, akrab disapa Arya, selaku Koordinator gerakan sosial tersebut.

Kata Arya, pemberian APD sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis melawan Covid-19. Tak hanya garda terdepan, menurutnya, tenaga medis adalah benteng terakhir penanganan covid-19, sehingga,sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan pasien covid-19, petugas medis harus dilengkapi dengan APD yang memadai, sesuai standar. Bantuan ini, lanjut Arya, sejatinya hanyalah hal kecil, untuk mengirim pesan dukungan kepada para Pahlawan Medis.

“APD telah diserahkan dalam 3 gelombang, namun belum mencakup semua, karena hanya beberapa yang bisa kami jangkau saja. Harapannya ada pesan dari gerakan ini bahwa masyarakat khususnya Perguruan Tinggi senantiasa memberi dukungan baik moril maupun materil kepada segenap pahlawan medis kita,” kata Arya.

Pelindung Wajah yang telah dibuat dan dibagikan, diperkirakan berjumlah 500 buah, dikerjakan selama kurang lebih 3 hari. Bahan-bahan yang digunakan, seperti map plastik bekas, plastik mika transparan, gabus matras, lem dan karet. Dalam konsep pengerjaannya, pelindung wajah ini meniru pedoman yang beredar dikalangan tenaga medis di beberapa daerah sebagai alternatif APD.

“Kegiatan ini akan terus berlanjut dengan APD jenis lainnya sesuai yang dibutuhkan petugas medis, hingga perang melawan virus ini kita menangkan”, semangat Arya.

Fisip UM Buton berharap, melalui gerakan ini mampu memberi semangat dan memotivasi petugas medis dalam bertugas. Juga mengajak berbagai pihak untuk turut membantu sekecil apapun yang bisa dikerjakan. Banyak hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mendukung mereka digarda terdepan dan benteng terakhir dalam melawan Covid-19.

Hal paling sederhana dari semua itu adalah tetap tinggal dirumah, jaga jarak dan tetap sehat. Sejatinya seluruh elemen bangsa bahu membahu membantu dan memberi semangat, apresiasi dan motivasi yang sebesar-besarnya kepada perjuangan mereka.

“Bersama kita mampu memutus penyebaran mata rantai Covid-19 ini,” pungkas Arya.

Ditengah pandemi global ini, sepantasnya semua pihak untuk ikut memerangi penyebaran covid-19, sehingga wabah ini tidak lagi menimbulkan korban dan situasi kembali kondusif seperti biasa. “Semua pihak ikut ambil bagian untuk itu, usaha minimal dan paling efektif adalah tetap dirumah, jaga jarak serta menjaga kesehatan,” tambahnya.

Terpantau di media sosial, respon positif serta apresiasi atas pemberian APD berupa face shield tersebut.

“Alhamdulillah wa syukurilah, makin banyak yang peduli terhadap tenaga kesehatan,” postingan di group Facebook Puskesmas Wajo.

“Tahankyou Univ. Muhammadiyah Buton (Fisip) untuk sumbangan Alat Pelindung Diri (APDnya),” tulis akun Nsantiani di RSUD Buton.

[RED]

Komentar

News Feed