oleh

Kemenpora Jaring Bakat 400 Anak Baubau

kasamea.com BAUBAU

Kota Baubau menjadi daerah pertama pelaksanaan kegiatan Pemanduan Bakat Olahraga diantara 40 – 50 titik rencana kegiatan Pemanduan Bakat Olahraga yang akan dilaksanakan di seluruh Indonesia, pasca lock down, pembatasan sosial akibat pandemi covid-19. Pemanduan Bakat adalah program rutin setiap tahun Asisten Deputi (Asdep) Pembibitan Kementerian Pemusa dan Olahraga (Kemenpora).

Tahun ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, pencegahan penularan covid-19, dengan memberi jarak yang cukup jauh setiap pos, agar panitia dan peserta terurai, tidak terpusat dalam satu titik keramaian.

Dijelaskan Dr Suprayitno, selaku Tenaga Ahli Instruktur Pusat, program ini tidak hanya dilaksanakan sekali, melainkan bersifat stimulan, setelah Asdep Pembibitan menerima proposal pengajuan pengadaan Pemanduan Bakat. Dengan harapan, bahwa Kota Baubau dapat menstimulus melakukan agenda rutin Pemanduan Bakat serupa.

Suprayitno mengatakan, program ini menjaring, atau memetakan bakat Olahraga anak, khususnya di Kota Baubau, dengan sasaran anak usia 12 – 14 tahun. Dari 400 peserta, dapat terjaring 10-15 anak.

“Jadi tidak semuanya kita rekomendasikan untuk dilakukan pembinaan. Dan ini sinergi untuk pembinaan yang berkelanjutan,” kata Suprayitno.

Akademisi Universitas Negeri Medan yang diberdayakan Asisten Deputi Pembibitan Kemenpora ini melanjutkan, kata dia, nantinya, tindak lanjut kegiatan ini adalah pembinaan, Asdep Pembibitan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Baubau, dan non Pemerintah, seperti Club Olahraga, Perkumpulan atau Organisasi KONI, Pengprov, atau Pengcab. Harapannya, hasil Pembinaan dapat dirangkul oleh para stakeholder tersebut. Dan keberlanjutannya, ada program dari Dinas Pemuda Dan Olahraga Kota Baubau, membuat PPLPD Program Pembinaan Olahraga Pelajar, yang anggarannya bersumber dari APBD.

“Anggaran biayanya itu dari daerah, kalau APBN itu di pemerintah provinsi. Harapannya setelah ini dirangkul, kemudian menjadi salah satu dasar pembentukan PPLPD,” kata Suprayitno.

Menurut Suprayitno, PPLPD di Indonesia banyak merekrut talent atlet dari program Pemanduan Bakat.

Kemenpora kata Suprayitno, berharap stimulan ini ditangkap oleh Pemerintah Kota Baubau, demi memajukan Olahraga, prestasi di Kota Baubau. Muncul PPLPD, muncul pembinaan pembinaan, yang bisa menjadi latar belakang yang memperkuat diloloskannya proposal pembuatan GOR.

“Jadi intinya kegiatan ini tidak parsial, tetapi sinergi dengan bidang bidang yang lain begitu,” tuturnya, ditemui disela-sela Ia memandu Insturktur dan peserta, di Stadion Betoambari Baubau, Kamis (27/8/20).

Ditempat yang sama, Kepala Dispora Kota Baubau, La Ode Darusalam mengatakan, Pemanduan Bakat program Kemenpora ini dilaksanakan di 8 Provinsi di Indonesia, dan di Sultra yang terpilih adalah Kota Baubau dan Kota Kendari. Di Kota Baubau lebih dulu dilaksanakan, 26 – 29 Agustus 2020, diawali dengan Bimtek. Dan disusul Kota Kendari, akan dilaksanakan pada Oktober 2020. Setelah itu pindah di 7 Provinsi lainnya.

“Anak-anak kita ini hanya bermain olahraga tapi tidak mengetahui bakatnya, sehingga dengan begini sistimnya bagus sekali, bisa diketahui bakat anak-anak kita. Nanti akan dievaluasi, ada catatan-catatan, setelah itu dikelompokan dan dikasi ke sekolah. Bahwa anak ini bakatnya olahraga ini, sehingga untuk ekstra kurikuler olahraga, sekolah mengarahkan anak tersebut sesuai bakatnya,” kata La Ode Darusalam.

Setelah kegiatan ini Ia berharap, anak-anak di Kota Baubau dapat mengetahui bakatnya, dan para Guru lebih memperhatikan bakat anak didik, dan seterusnya sekolah bisa mengembangkannya.

[RED]

Komentar

News Feed