oleh

KPK VS Gubernur Sultra “Soal Banjir”

BAUBAU

Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi SH menyatakan, banjir bandang yang terjadi Kabupaten Konawe Utara (Konut) tidak berkorelasi dengan aktivitas tambang di daerah tersebut. Pernyataan ini berlawanan dengan pernyataan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) La Ode Muhammad Syarif, yang menegaskan, banjir disebabkan kegiatan pertambangan.

“Tidak juga, penyebabnya karena aktivitas tambang, tambangnya itu ada diwilayah bagian utara, sedangkan banjirnya di wilayah bagian timur,” kata Ali Mazi usai mengikuti upacara HUT Pasarwajo ke-16, Senin (10/6/2019), dikutib dari zonasultra.com.

Masih dari zonasultra.com, Ali Mazi menyebutkan, 20 tahun silam pernah banjir seperti saat ini, dan bukan karena aktivitas tambang.

Kontradiktif dengan pernyataan La Ode Muhammad Syarif. Dilansir dari Lenterasultra.com, La Ode Muhammad Syarif menilai, banjir yang merendam beberapa wilayah di Bumi Anoa, karena aktivitas pertambangan dan alih fungsi hutan yang tidak terkontrol. Tanpa mengindahkan persyaratan lingkungan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Lingkungan Hidup, Undang-Undang Kehutanan dan Undang-Undang Minerba.

“Sehingga telah menjadikan Sultra langganan banjir dan erosi yang dahsyat,” dilansir dari Lenterasultra.com. La Ode Muhammad Syarif menjelaskan, dalam keprihatinannya atas musibah yang melanda Sultra.

Masih dari Lenterasultra.com, La Ode Muhammad Syarif berharap, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian ESDM, serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, segera melakukan assesment dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

Apapun kontradiksi pendapat yang terjadi diantara dua Pejabat Negara, Putera Daerah terbaik Sultra ini, Negara wajib hadir. Negara melalui Pemerintah, tingkat Pusat sampai ke Provinsi atau Kabupaten/Kota, memberikan penanggulangan yang maksimal. Pelayanan, pemenuhan kebutuhan, perawatan korban terkena dampak, hingga pemulihan total.

Terpenting langkah konkrit, mencegah terjadinya kembali banjir, fenomena rutin dimusim hujan.

Mengkaji, menganalisis kembali dampak lingkungan dari adanya aktivitas pertambangan di Sultra. Atau menganalisis aspek lainnya, yang menjadi penyebab terjadinya banjir. Sehingga dapat diputuskan secara tegas, penghentian total aktivitas pertambangan, ataukah tetap berlanjutnya aktivitas pertambangan di Negeri Inae Konasara Iye Pinesara Inae Liasara Iye Pinekasa – Bolimo Karo Somanamo Lipu.

[editor redaksi]

Komentar

News Feed