Kendari – Suasana Ramadan 1447 Hijriyah yang penuh berkah menjadi momentum bagi Persatuan Wartawan Indonesia Sulawesi Tenggara (PWI Sultra), untuk mempererat silaturahmi lintas sektor melalui kegiatan berbuka puasa bersama yang digelar di Kendari.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga ruang temu yang memperkuat sinergi antara insan pers dan pemerintah daerah, dalam membangun komunikasi yang sehat dan produktif.
Dalam nuansa kebersamaan, para tamu undangan tampak berbaur, menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk merawat hubungan kelembagaan dengan semangat persaudaraan.
Ketua PWI Sultra, Sarjono, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi yang harmonis antar lini. Ia menyampaikan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.
Karena itu, hubungan yang terjalin tidak boleh semata bersifat formal, melainkan dibangun atas dasar saling menghargai dan profesionalitas dalam menjalankan tugas masing-masing.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan niat baik kita semua untuk terus menyambung silaturahmi. Saya berterima kasih atas kehadiran bapak dan ibu sekalian,” ujar Sarjono dihadapan para undangan.
Ia juga mengenang masa-masa awal kebersamaan para wartawan dalam wadah yang lebih sederhana, sebelum akhirnya berkembang menjadi organisasi yang solid dan berdaya seperti saat ini. Refleksi tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan pers terletak pada persatuan dan integritas.
Sejumlah figur penting dari berbagai sektor turut menghadiri kegiatan tersebut. Diantaranya Ketua Ombudsman Sultra, Mastri Susilo, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra, Andi Syahrir, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Aris Badara. Kehadiran mereka menandakan komitmen bersama dalam menjaga keterbukaan informasi publik, serta mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan.
Dalam tausiah menjelang berbuka puasa, Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sultra, yang juga Da’i Wahdah Islamiyah, Muhammad Adhan, mengajak seluruh hadirin menjadikan Ramadan sebagai momentum introspeksi diri.
Ia menekankan bahwa nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab yang diajarkan dalam ibadah puasa selaras dengan etika profesi jurnalis. Pesan tersebut mempertegas bahwa profesionalitas tidak hanya lahir dari kompetensi, tetapi juga dari integritas moral.
Sarjono secara khusus mengapresiasi kehadiran Andi Syahrir sebagai representasi dukungan pemerintah terhadap ekosistem media di Bumi Anoa. Menurutnya, sinergi antara Kominfo dan insan pers sangat penting dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerahkan masyarakat.
“Pak Kadis Kominfo ini adalah pengasuhnya pers, jadi kehadiran beliau sangat berarti bagi kami semua disini,” tambahnya, menegaskan hubungan kemitraan yang konstruktif.
Acara yang juga dihadiri pengurus PWI Sultra, perwakilan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), serta Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) itu, ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah ketitka saatnya berbuka puasa hingga azan Magrib berkumandang.
Dalam kehangatan berbuka puasa, terpatri komitmen bersama untuk terus menjaga profesionalitas, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan menjadikan Ramadan sebagai landasan moral dalam setiap kerja jurnalistik, demi kepentingan publik.
(Redaksi)












Komentar