Konawe
DPRD Konawe menggelar rapat paripurna penyerahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBDP) Tahun 2025.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Made Asmaya SPd MM, diiikuti seluruh fraksi, di aula H Abdul Samad, kantor DPRD Konawe, Kamis (11/9/25).
Bupati H Yusran Akbar ST hadir langsung didampingi Wakilnya H Samsul Ibrahim, Sekda Ferdinand Sapan, serta kepala kepala OPD, dan unsur Forkopimda Konawe.

Made Asmaya mengungkapkan, pihaknya menerima RAPBDP tahun 2025, setelah sebelumnya dibulan Agustus telah menyetujui KUA PPAS.
“DPRD Konawe berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi yang baik dengan pihak Pemda, serta tidak meninggalkan peran-peran DPRD dalam melakukan pengawasan, serta menjadikan aspirasi masyarakat sebagai acuan dalam pengambilan keputusan,” tegasnya.
Yusran Akbar menyebutkan bahwa RAPBDP yang disusun, bukan hanya tumpukan angka, melainkan menjadi kebijakan dan arah pembangunan, serta keberpihakan pemerintah kepada masyarakat.
“Sebagai kepala daerah saya memandang APBDP sebagai alat transformasi, setiap rupiahnya harus menghadirkan manfaat kepada masyarakat banyak,” lugasnya.
Yusran Akbar memastikan APBDP tahun 2025 disusun secara teknokratik, berbasis data, serta memperhatikan dinamika ekonomi, kondisi sosial, dan keseimbangan fiskal.
Dokumen RAPBDP ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Konawe periode 2025 – 2030, dengan jargon Konawe Bersahaja “Berdaya Saing, Sejahtera, Adil dan Berkelanjutan”.
Dalam dokumen RAPBP ini pendapatan daerah tercatat naik 69,56 milyar. Pada APBD induk 2025 sebesar 1,81 trilyun, bertambah menjadi 1,88 trilyun pada APBDP 2025.
Kenaikan pendapatan berasal dari capaian Pendapatan Asli Daerah yang targetnya 247 milyar, naik menjadi 317, 99 milyar, tertuang dalam dokumen RAPDP 2025.
Tentu kenaikan APBDP merupakan prestasi seluruh pemangku kebijakan.
Belanja Daerah direncanakan naik dari 1,82 trilyun menjadi 1,94 trilyun, dengan rincian :
– 1,24 milyar untuk belanja operasional, seperti belanja pegawai, pendidikan, kesehatan dan sosial
– Belanja modal Rp345,77 milyar, yang difokuskan pada infrastruktur jalan, irigasi, gedung pelayanan publik serta sarana pendukung investasi
– Belanja tidak terduga 6,69 milyar, sebagai dana kontijensi,
– Belanja transfer Rp342.28 milyar, untuk pembangunan desa dan kelembagaan.
Meski terdapat defisit sebesar 57,96 milyar, Bupati menegaskan semua itu tertutupi dari dana SILPA tahun sebelumnya, sehingga tidak membebani keuangan daerah.
Yusran Akbar berharap agar pembahasan RAPBDP tahun 2025 dapat berjalan cepat, obyektif, dengan penuh semangat kebersamaan.
“Saya yakin kolaborasi apik antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat, kita akan mampu mewujudkan impian untuk Membangun Desa-Menata Kota, menuju Konawe Bersahaja, secara cepat dan transparan,” optimisnya.
Dalam rapat ini lima fraksi DPRD Konawe, fraksi Konawe Emas (PDIP – PKB), fraksi PAN – PKS, fraksi Nasdem, fraksi Golkar, serta fraksi Gerindra-PBB, menerima RAPDP tahun 2025, dan setuju untuk dilanjutkan ketahap pembahasan.
(Redaksi)















Komentar