oleh

Permohonan Maaf Kapolda Sultra, dan Respon Ketua PWI Atas Dugaan Intimidasi Wartawan

KENDARI

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Kapolda Sultra) Brigjen Pol Drs Merdisyam MSi melalui Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhart mengungkapkan permohonan maaf atas intimidasi dan tindak kekerasan yang dialami sembilan Jurnalis, yang diduga dilakukan oknum aparat Kepolisian. Kapolda Sultra juga mengungkapkan rasa penyesalan atas peristiwa tersebut.

Pihak Polda Sultra menurut Harry Goldenhart, memastikan, akan melakukan investigasi guna mengusut dugaan intimidasi serta tindak kekerasan tersebut.

“Bapak Kapolda Sultra menyesali adanya kejadian tersebut, memohon maaf, dan akan melakukan investigasi,” tulis Harry dalam pesan elektronik, saat dikonfirmasi Kasamea.com, pagi ini, Kamis (23/10/19).

Sebelumnya, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sulawesi Tenggara (PWI Sultra) Sarjono merespon sikap emosional oknum aparat Kepolisian yang diduga mengintimidasi, melakukan tindak kekerasan terhadap Wartawan dalam menjalankan tugas Jurnalistik adalah suatu sikap yang tidak profesional, tidak mencerminkan sikap sebagai pengayom. Terlebih menurut Sarjono, jauh dari azas kepatuhan terhadap Undang-Undang.

Sarjono menegaskan, Wartawan mengabadikan suatu peristiwa bernilai berita dijamin oleh Undang-Undang. Menurutnya, Kapolda Sultra mesti bertanggungjawab atas sikap yang diduga dilakukan bawahannya tersebut.

Sarjono kemudian mengajak aparat Kepolisian agar menempuh cara-cara persuasif dalam menyikapi awak media saat menjalankan tugas peliputan.

“Tindakan represif oknum Kepolisian terhadap Wartawan saat mengabadikan suatu peristiwa bernilai berita, mencerminkan sikap emosional dan tidak profesional,” nilai Wartawan senior Kantor Berita Antara ini.

Sebelumnya diberitakan, sembilan Jurnalis menjadi korban tindak kekerasan dan intimidasi saat meliput berita aksi unjuk rasa di Mapolda Sultra, Jalan Halu Oleo Kelurahan Mokoau Kecamatan Kambu Kota Kendari, Selasa 22 Oktober 2019.
Sembilan Jurnalis tersebut yakni, Ancha (Sultra TV), Ronald Fajar (Inikatasultra.com), Pandi (Inilahsultra.com), Jumdin (Anoatimes.id), Mukhtaruddin (Inews TV), Muhammad Harianto (LKBN Antara Sultra), Fadli Aksar (Zonasultra.com), Kasman (Berita Kota Kendari) dan Wiwid Abid Abadi (Kendarinesia.id).
 
Kebanyakan, mereka mendapatkan intimidasi, persekusi dan pelarangan peliputan saat Polisi mengamankan sejumlah massa aksi.

[RED]

Komentar

News Feed