oleh

Polisi Diminta Usut Penyebar Rekaman Video Dua Pelajar “Tak Terpuji” di Bau-Bau

BAU-BAU

Beredarnya video dua pelajar di Kota Bau-Bau yang diduga berbuat tidak terpuji menuai reaksi publik, tak terkecuali para pengguna media sosial (warganet). Seorang pengguna medsos, Rahim, menyayangkan penyebaran rekaman video yang tak butuh waktu lama langsung viral tersebut, sekaligus meminta Kepolisian mengusutnya.

Rahim menuliskan, dua siswa yang masih berseragam lengkap tersebut kepergok oleh beberapa orang pria dewasa, sambil merekam kedua pelajar ini dengan menggunakan kamera ponsel, di salah satu toilet kantor Wali Kota Bau-Bau.

Dalam video yang berdurasi 1 menit 44 detik tersebut, terlihat jelas wajah si anak lelaki, dan perempuan yang menutupi wajahnya dengan jilbab yang dipakainya, sambil terlontar beberapa pertanyaan dari beberapa orang pria dewasa, tentang darimana asal dua pelajar, serta memberitahu akan meng-viralkan video tersebut.

Menurut Rahim, raut malu dan kekhawatiran dari kedua pelajar (anak dibawah umur, red) tersebut tergambar jelas, selain perbuatan mereka telah kepergok, bahwa rekaman video perbuatan mereka akan tersebar luas, dan bisa diakses oleh semua orang yang mengakses media sosial seperti Facebook, juga media sosial lainnya.

Benar saja, lanjut Rahim, dalam dua hari ini video tersebut viral. Termasuk, potongan video tersebut dijadikan gambar berita di beberapa media online, walaupun telah diblur atau disamarkan.

Rahim merinci, sedikitnya ada enam media online lokal dan dua media online nasional, seperti Kompas dan Kumparan yang mengangkat berita terkait kasus ini.

Media nasional seperti Kumparan dan Kompas memberikan gambaran ilustrasi dibawah judul berita mereka, sementara beberapa media lokal di Sultra, menjadikan potongan gambar blur yang diduga diambil dari video viral tersebut sebagai gambar berita.

Rahim lantas mempertanyakan, entah dari mana Wartawan mendapatkan gambar tersebut. Rahim meyakini, bahwa gambar tersebut didapatkan dari video asli yang sudah tersebar.

“Keyakinan saya tentang kekhawatiran kedua siswa tersebut mengenai video mereka akan tersebar luas diawal menjadi kenyataan. Dan benarlah pula seperti apa yang disampaikan oleh pria dewasa perekam video tersebut, bahwa video kedua anak ini akan viral,” tulis Rahim dalam postingan disebuah Whatsapp group.

Lanjut, masih dari postingan Rahim, pasca menyimak video tersebut, Rahim merasa ada yang terlampau melibihi batas penghakiman dari tindakan beberapa orang pria dewasa yang memergoki kedua anak yang diduga melakukan tindakan tidak terpuji ini. Selain usia kedua anak yang masih dibawah umur (masih pelajar, red), seharusnya ada tindakan yang lebih bijak dari mereka yang memergoki tindakan kedua pelajar tersebut.

Kata Rahim, andaipun benar kedua pelajar tersebut telah melakukan perbuatan asusila, pantaskah sebagai orang dewasa merekam tindakan asusila, lalu menyebarkannya ke media sosial, seperti yang saat ini terjadi.

Rahim kembali mempertanyakan, apakah dengan menyebarkan video mereka, moral anak bangsa kita akan baik dan benar? Atau, penyebaran video ini murni demi motif bahwa ada dua anak yang kepergok mesum harus diketahui orang banyak?

“Saya berharap kepada pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, terkhusus Polres Baubau untuk segera memeriksa pelaku penyebar atau perekam Video ini. Bahwa unsur kesusilaan yang termuat dalam video tersebut telah masuk dalam kategori pelanggaran terhadap Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),” tegasnya. Rahim menutup postingannya dengan Tribrata#Sultra#Multimedia polda sultra#Multimedia Polda Sultra#Polres Baubau#.

[RED]

Komentar

News Feed