Progres Koperasi Merah Putih Ngkari-Ngkari, Diharapkan Dekatkan Pupuk dan BBM
Baubau
Progres pembangunan fasilitas Koperasi Merah Putih di Kelurahan Ngkari-Ngkari, Kecamatan Bungi, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, kini telah mencapai sekitar 92 persen. Meski bangunan belum sepenuhnya rampung, sejumlah peralatan pendukung, termasuk mobil dan rak, disebut sudah berada di lokasi.

Lurah Ngkari-Ngkari, Ni Luh Dewinasih, mengatakan pembangunan fisik koperasi masih menyisakan sejumlah pekerjaan, terutama penyelesaian akhir bangunan. Namun, secara umum progresnya sudah mendekati rampung.
“Kalau untuk pembangunannya sekitar 92 persen karena masih belum ada kunci. Tapi kalau peralatan berupa mobil sudah, dengan rak-raknya juga sudah,” kata Ni Luh Dewinasih saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Dari sisi kelembagaan, aktivitas pengurus dan anggota koperasi juga masih berjalan. Saat ini terdapat sekitar 50 orang yang tercatat sebagai pengurus dan anggota. Jumlah tersebut masih terbuka untuk bertambah, karena sistem keanggotaan koperasi memungkinkan adanya penambahan anggota.
Masih Menunggu Instruksi
Meski pembangunan fisik dan kelengkapan peralatan mulai terlihat, operasional koperasi belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. Pengurus masih menunggu arahan terkait tahapan kegiatan yang harus dilakukan.
“Menunggu. Sistemnya kita masih menunggu karena belum ada instruksi untuk kita melakukan apa,” ujar Ni Luh.
Untuk pengelolaan, pihak kelurahan sejauh ini masih berkoordinasi dengan kepengurusan yang ada. Pertemuan dengan manajer koperasi juga disebut belum dilakukan. Kondisi tersebut membuat aktivitas koperasi belum masuk pada tahap operasional penuh.
Diharapkan Dukung Potensi Kelurahan
Ni Luh berharap keberadaan Koperasi Merah Putih nantinya tidak sekadar menjadi fasilitas kelembagaan, tetapi bisa menjadi penunjang kegiatan ekonomi masyarakat Ngari-Ngkari. Sejumlah potensi yang ada di wilayah tersebut diharapkan dapat dikembangkan melalui koperasi.
Menurut dia, koperasi nantinya memiliki peluang menjalankan berbagai jenis kegiatan. Salah satunya berkaitan dengan penyediaan kebutuhan masyarakat, seperti pupuk, termasuk bahan bakar yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas pertanian.
“Harapannya seperti itu. Karena dari pupuk, bahan bakar, dari kemarin yang kita urus NIB-nya itu, kita akan bisa melakukan seperti apa. Ada mungkin 10 macam kegiatan yang bisa digerakkan koperasi ini,” katanya.
Ni Luh menilai kebutuhan bahan bakar menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian, khususnya bagi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian. Traktor dan mesin pompa air, misalnya, sama-sama membutuhkan bahan bakar untuk beroperasi.
“Dari aspirasi kita, semua bahan bakar untuk pertanian, karena dari traktor, mesin air itu semua menggunakan bahan bakar. Karena bahan bakar sekarang kan langka juga,” ujarnya.
Ia berharap koperasi nantinya dapat membantu mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan tersebut. Untuk kondisi harga dan pasar, Ni Luh menyebut sejauh ini relatif stabil dan belum terdapat persoalan berarti.
Dengan progres fisik yang telah mencapai sekitar 92 persen, keberadaan Koperasi Merah Putih Ngari-Ngkari kini tinggal menunggu penyelesaian pembangunan serta arahan untuk memasuki tahap operasional. Pemerintah kelurahan berharap koperasi tersebut benar-benar dapat bergerak dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mendukung potensi ekonomi yang ada di kelurahan yang dikenal dengan sebutan kampung Bali tersebut.















Komentar