“Rahasia” Hasil Swab PCR Wali Kota Baubau

Dr H AS Tamrin MH

Kasamea.com

Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin MH menyayangkan surat (suket) hasil tes swab pcr covid-19 atas dirinya tidak langsung disampaikan atau tidak langsung diberikan kepada dirinya, ketika hasil diagnosa atau hasil laboratorium telah ada atau telah keluar. AS Tamrin justru mengetahui dinyatakan positif covid-19 setelah disampaikan oleh Bupati Buton, La Bakry, saat menghadiri undangan makan malam bersama Menteri Bahlil Lahadalia.

Bahkan, ketika AS Tamrin meminta suket hasil tes swab pcr tersebut melalui Protokoler Setda Sultra, yang bertugas di rumah jabatan Gubernur Sultra, juga tidak diberikan. Oleh oknum Protokoler Setda Sultra,menyebut hasil tes swab pcr adalah “rahasia”, tidak bisa diberikan kepada AS Tamrin.

AS Tamrin baru bisa mendapatkan suket hasil tes swab pcr setelah lima hari, sejak 29 Juni 2021, dirinya menjalani tes swab pcr di rumah jabatan Gubernur Sultra.

Hal ini diungkapkan AS Tamrin karena merasa janggal, hak-nya untuk mendapatkan langsung suket hasil tes swab pcr, tidak langsung diberikan. Juga terkait standar operasional prosedur (SOP) tes swab pcr yang seharusnya diterapkan oleh petugas tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas melakukan tes swab pcr.

“Saya dibisikmi Bupati Buton, ‘minta maaf pak Wali, jangan tersinggung saya menghindar (jaga jarak, red), karena pak Wali sudah dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19’. Begitu kata pak Bakry,” demikian kata AS Tamrin, mengulang yang disampaikan Bupati Buton, La Bakry.

Saat dikonfirmasi di rumah jabatan Wali Kota Baubau, Minggu (4 Juli 2021), AS Tamrin mengatakan, selang beberapa hari Ia tiba di Baubau, dari Kendari, di rumah jabatan Wali Kota Baubau dilakukan swab antigen bagi ASN atau petugas magang. Termasuk ajudan dan asisten pribadi AS Tamrin yang terus mendampingi AS Tamrin saat kunjungan di Kendari, juga menjalani tes swab antigen yang sama.

Hasil tes swab antigen ajudan dan asisten pribadi AS Tamrin terdiagnosa negatif covid-19. Keduanya melaporkan kepada AS Tamrin, tentang hasil diagnose negatif covid-19 tes swab antigen tersebut.

Merasa kondisi tubuhnya dalam keadaan vit, dengan stamina yang prima, AS Tamrin pun menjalani tes swab antigen serupa. Alhasil, hasilnya pun sama, terdiagnosa negatif covid-19.

Semakin meyakinkan diri dengan kondisi tubuh yang sehat (negatif covid-19), AS Tamrin menjalani tes swab pcr. Tes swab pcr ini ditangani langsung oleh Direktur RSUD Baubau, Jubir Satgas Covid-19 Baubau, dr Lukman SpPD (Dokter spesialis penyakit dalam) dengan dr Rahmawati SpPK (Dokter spesialis patologi klinik). Menggunakan alat pcr RSUD Baubau.

“Alhamdulillah hasilnya juga negatif. Ini surat keterangan hasil diagnosanya,” terang AS Tamrin, kepada sejumlah awak media.

Diwaktu yang sama, AS Tamrin juga memperlihatkan dua hasil tes swab antigen yang dilakukannya sebelum Ia ke Kendari, dan sepulangnya dari Kendari. Kedua hasilnya adalah negatif.

Ia juga memperlihatkan suket hasil tes swab pcr yang dijalaninya di Kendari, yang menyatakan dirinya positif covid-19. Suket inilah yang baru diberikan kepada AS Tamrin, setelah lima hari menjalani tes swab pcr di rumah jabatan Gubernur Sultra.

AS Tamrin menegaskan bahwa dirinya tidak sedikitpun mempersoalkan hasil tes swab pcr yang menyatakan dirinya positif covid-19. Tetapi Ia hanya mempertanyakan, mengapa suket hasil tes swab pcr yang berisi hasil diagnosa covid-19 atas diri pribadinya di rumah jabatan Gubernur Sultra di Kendari, tidak langsung diberikan atau disampaikan kepada dirinya. Justru suket baru dikirimkan lima hari setelah tes swab pcr dilakukan, dan dalam interval lima hari tersebut, Ia menghubungi Gubernur Sultra via telpon, menghubungi Sekda Sultra via telpon, mempertanyakan suket hasil tes swab pcr tersebut.

[Red]

Komentar