Baubau
Tim gabungan yang terdiri atas 60 orang dari unsur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), DPMPTSP, Polres, TNI, dan Polisi Militer, menggelar razia tempat hiburan malam (THM) di Baubau Sulawesi Tenggara. 16 orang pekerja pemandu lagu terjaring dan diangkut ke kantor Satpol PP, karena tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP), ataupun tidak dapat menunjukkan surat keterangan domisili.
Plt Kasatpol PP Baubau, Yaya Wirayahman S.STP., M.KP, mengatakan, operasi jelang bulan suci Ramadhan tahun 2022 ini terfokus pada pemeriksaan administrasi kependudukan, izin usaha THM, izin penjualan minuman beralkohol, serta dalam rangka menyukseskan program vaksinasi.
“Bagi yang belum lengkap kita akan lakukan penindakan. Kita bawa ke kantor untuk dilakukan pembinaan. Tegas, mereka wajib memenuhi atau melengkapi segala kekurangan atau pelanggaran,” katanya, usai razia beberapa THM, Sabtu (26/3/22) malam hingga dinihari.

Sekretaris DPRD Baubau ini menambahkan, operasi gabungan kali ini merupakan tindaklanjut dari operasi internal yang sebelumnya telah dilakukan Satpol PP, yang sifatnya teguran/peringatan.
Kabag Ops Polres Baubau, Kompol Anggi Anpoligi Putra Siahaan, S.H.S.I.K mengatakan, pihaknya menyiapkan dokter/tenaga kesehatan yang melakukan seluruh tahapan vaksinasi.
“Dokter dari Polres, yang melakukan pengecekkan kartu vaksin, termasuk mengontrolnya dari aplikasi peduli lindungi. Yang belum vaksin langsung dilakukan vaksin ditempat,” ucapnya.
Razia di THM Dinasty, tim melakukan suntik vaksin ketiga beberapa pekerja THM, namun tidak ditemukan pekerja tanpa kartu identitas. Di THM Labamba tim juga melakukan suntik vaksin beberapa pekerja, dan mengangkut lima orang pekerja ke kantor Satpol PP. Selanjutnya di THM Beladona, tim juga melakukan suntik vaksin, dan mengangkut seorang pekerja. Sementara di THM Paradise, tim mengangkut 10 pekerja.
Di kantor Satpol PP, mereka didata dan diwajibkan melengkapi administrasi kependudukan. Teguran lantas diberikan kepada manajemen THM, dan diminta untuk mempekerjakan karyawan/karyawati yang memiliki kartu identitas diri lengkap.
Dalam razia tersebut, tampak beberapa tamu yang sudah terkapar karena mabuk alias teler. [Red]









Komentar