Redkar, Strategi Hadapi Si Jago Merah, Kolaborasi Pemkot Bersama Masyarakat

Baubau   

 

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Baubau kembali merekrut dan melakukan pembinaan kepada ratusan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar). Kali ini 200 warga dari 10 kelurahan, ikut bergabung dan menjalani pelatihan, setelah tahun sebelumnya, 200 warga dari kelurahan yang berbeda, lebih dulu bergabung dan menjalani pelatihan serupa.

Mereka penuh semangat mencermati setiap teknik dan arahan dari profesional pemadam kebakaran  “Ksatria Biru” Damkartan, yang pada Kamis (18/12/25) juga melakukan simulasi pemadaman kebakaran, di area Mako Damkartan.

Perekrutan relawan dan pembinaan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Baubau, menggandeng masyarakat, untuk bersama-sama berkolaborasi dalam mempercepat penanganan kebakaran.

Kepala Dinas Damkartan, Muhammad Massad, mengungkapkan, melalui kegiatan ini pihaknya menyiapkan Redkar yang secara teknis bisa ikut membantu Ksatria Biru dalam setiap upaya pemadaman kebakaran khususnya, dan tindakan penyelamatan pada umumnya.

“Redkar menjadi penting karena diera digital saat ini, tindakan pemadaman kebakaran maupun penyelamatan, kerap terjadi kerumunan warga yang padat disekitar titik kejadian. Sehingga Redkar dapat membantu membuka akses jalan, maupun membantu dengan melakukan tindakan pemadaman pertama, saat api belum membesar,” jelasnya.

Massad menyebutkan, Redkar juga dapat membantu menyosialisasikan hal-hal tentang pemadaman api ringan kepada warga dilingkungan sekitar tempat tinggal mereka. Selain efektivitas peran Redkar, langsung aktif terlibat dalam ring 1 upaya pemadaman kebakaran. Dilengkapi dengan tanda pengenal, Redkar bisa mengakses titik utama lokasi pemadaman kebakaran.

Pelatihan Redkar dibuka Walikota Yusran Fahim yang hadir didampingi Pj Sekda La Ode Darussalam.

Yusran menyampaikan bahwa kesiapsiagaan Damkar bukan sekedar antisipasi, melainkan wujud nyata dari komitmen melindungi nyawa, harta benda, dan ketentraman warga kota.

Yusran juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh personil Damkar, yang selama ini telah bekerja tanpa kenal lelah, siang dan malam, dalam menjalankan tugas mulia, bekerja digaris depan keselamatan publik.

“Pelatihan Redkar ini memperkuat fondasi kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Relawan bukan sekedar tenaga tambahan, melainkan mitra strategis, yang membawa semangat gotong royong dalam pencegahan dan penanggulangan bencana,” spiritnya.

Yusran mengajak seluruh generasi muda, tokoh masyarakat, dan warga aktif, untuk turut serta dalam program ini. Karena keselamatan kota adalah tanggung jawab bersama.

Kata Yusran, Redkar mengikuti pelatihan bukan hanya soal teknik memadamkan api, melainkan juga tentang disiplin, keberanian, empati, dan kesadaran kolektif.

“Jadilah garda terdepan yang tangguh, tanggap, dan tulus dalam mengabdi,”pesannya.

Yusran juga mengimbau seluruh warga kota Baubau agar tetap selalu waspada mematuhi protokol kesehatan, dan menjaga lingkungan dari potensi bahaya kabakaran.

(Redaksi)

Komentar