oleh

Riwayat Dua Pasien Covid 19 Meninggal Dunia di Baubau

Kasamea.com BAUBAU

Dua pasien Covid-19, perempuan inisial WM (60) dan NK (61) meninggal dunia dihari yang sama, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau, Jumat (27/11/20). Sebelum menghembuskan nafas terakhir, kedua Almarhumah sempat mendapat perawatan, yang kemudian dilakukan swab tenggorokan, dan dinyatakan terkonfirmasi positif covid 19.

Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi (Satgas Covid 19) Baubau, dr Lukman SpPD, mengatakan, pasien WM seorang ibu rumah tangga, warga Buton Utara (Butur). Pasien dirujuk dari Puskesmas Kulisusu, masuk RSUD Baubau, 16/11/20.

“Kondisi pasien sesak nafas, dan lemas, hasil Lab, rapid tes Reaktif. Pasien dalam perawatan juga dengan penyakit penyerta gagal jantung, sakit gula. Terkonfirmasi covid 19, 17/11/2020 (TCM / tes cepat molekuler POSITIF),”
urai dr Lukman.

Pasien NK warga Kelurahan Ngkari-ngkari Kecamatan Bungi, masuk RSUD Baubau, 26/11/2020, dengan keluhan lemas, nafsu makan menurun, nyeri dada. Hasil Lab pasien NK, rapid tes Reaktif.

“Almarhumah diduga menderita covid 19, sehingga dilakukan tes swab. Tanggal swab 27/11/2020 (Hasil TCM RSUD POSITIF).
Tanggal keluar dari RSUD 27/11/2020, Almarhumah meninggal dunia Pukul 07.45,” jelas dr Lukman.

Atas persetujuan keluarga, dan hasil koordinasi Satgas Covid 19 Baubau dengan Pemerintah Kabupaten Buton Utara, Almarhumah WM telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) KM 6 Kelurahan Kadolo Katapi Kecamatan Wolio, dengan pemakaman standar protokol covid 19, Jumat 27/11/20. Sedangkan Almarhumah NK dimakamkan hari ini, Sabtu 28/11/20, di Ngkari-ngkari. Juga atas persetujuan keluarga.

Diungkapkan Sekretaris Satuan Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi (Satgas Covid 19) Baubau, La Ode Muslimin Hibali,
prosesi pemakaman WM dilaksanakan berdasarkan hasil kesepakatan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Butur, atas izin pihak keluarga.

“Untuk mengantar jenazah almarhumah kembali ke Butur sangat beresiko, karena akses jalan rusak, mobil ambulance harus berjalan pelan. Sehingga dikhawatirkan akan mengundang perhatian, bahkan penolakan warga, saat mobil ambulance melintas, bila warga mengetahui jenazah adalah pasien covid 19,” demikian dijelaskan Kepala Pelaksana BPBD Kota Baubau ini.

Atas permintaan keluarga, jenazah NK dimakamkan hari ini di Kelurahan Ngkari-ngkari, karena masih menunggu kedatangan pihak keluarga yang lain dari Kota Denpasar.

Satgas Covid 19 Baubau menurunkan tim / personil pemakaman standar covid 19.

[RED]

Komentar

News Feed