oleh

Gandeng Akademisi Lakukan SWOT, RSUD Baubau Benahi Mutu Pelayanan dan Citra Kebanggaan Daerah

Direktur RSUD Baubau dr Lukman SpPD

Kasamea.com BAUBAU

Analisis SWOT adalah metode analisis perencanaan strategis
yang digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi lingkungan BLUD RSUD Baubau, baik lingkungan eksternal dan internal. Bertujuan untuk perbaikan mutu pelayanan dan citra RSUD Baubau. SWOT akronim dari kata: kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats), dalam orientasi jasa pelayanan RSUD Baubau”

Sebagai Satu Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau kini terus berbenah meningkatkan mutu pelayanan, memperbaiki citra, sebagai rumah sakit milik serta kebanggaan bersama seluruh masyarakat Baubau khususnya, dan wilayah Kepulauan Buton (Kepton) umumnya. Dalam melakukan SWOT, RSUD Baubau menggandeng beberapa akademisi.

Saat ini SWOT di RSUD Baubau tengah berjalan, dan setelah dokumennya rampung, dan melahirkan rekomendasi konstruktif, solutif. Direktur kemudian menggelar rapat dengan komite medik, kemudian ditindaklanjuti dengan komite etik.

Direktur RSUD Baubau dr Lukman SpPD mengungkapkan, dalam SWOT ini, semua unit tugas dimintai saran masukan, para dokter, perawat, Satpam, termasuk cleaning service, semua dilibatkan. Mengidentivikasi keunggulan, tak luput titik lemah RS, terlebih ditengah pandemi covid 19, yang juga sangat mempengaruhi penurunan jumlah pasien.

Pasien RSUD Baubau 80 persen adalah pasien BPJS.

“Saya dan tentu kita semua mau rumah sakit kita bangkit ditengah pandemi covid 19, perlahan menunjukkan program-program unggulan, sehingga bisa menjadi pilihan masyarakat Kota Baubau dan sekitarnya, untuk datang berobat. Menjadi kebanggaan masyarakat, memiliki rumah sakit terbaik, dengan pelayanan prima,” ungkap dr Lukman.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Baubau ini mengatakan, setelah SWOT menghasilkan rekomendasi, pihaknya menekankan pada adanya
timeline berisi hal-hal strategis yang akan dilakukan, karena proyeksi penganggaran RSUD Baubau tahun depan harus berubah, dengan skala prioritas dan lebih substantif, dibandingkan tahun sebelumnya.

Dokter yang juga diberi tugas sebagai Juru Bicara Satgas Covid 19 Baubau ini, berharap, persoalan covid 19 mulai reda, mulai bisa tertangani, sehingga rencana-rencana RSUD Baubau kedepan juga bisa dilaksanakan, terealisasi. Berimplikasi pada peningkatan jumlah kunjungan pasien di RSUD yang populer dengan sebutan RS Palagimata tersebut.

“Setelah kita tau keunggulan dan kelemahan kita, dokumen SWOT ini harus masuk dalam rencana biaya anggaran (RBA) rumah sakit. Semua akan tau, secara terukur dan terencana,” jelas dr Lukman.

[RED]

Komentar

News Feed