oleh

Sidang Umar Samiun Lanjut 11 Juli, Ini Harapan Kuasa Hukum

JAKARTA

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menjadwalkan sidang lanjutan pada 11 Juli 2019 atas Permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Samsu Umar Abdul Samiun (US). Kuasa Hukum US Dian Farizka berharap, Majelis Hakim nantinya memberikan putusan yang seadil-adilnya.

“Semoga dengan Permohonan PK ini, membuka pikiran, hati nurani Majelis Hakim,” harap Dian.

Dian mengatakan, putusan judex factie, terdapat kekeliruan hakim dalam memutuskan. Sehingga pihaknya mengajukan permohonan PK.

Seharusnya kata Dian, kliennya Pemohon PK didakwa dengan Pasal 13 (dakwaan kedua), bukan Pasal 6 (dakwaan pertama). Atau setidak-tidaknya bebas. Karena tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana Pasal aquo yang didakwakan.

Ia menjelaskan, saat sidang judex factie 24 saksi yang dihadirkan tidak ada yang mengetahui, melihat, mendengar, atas perkara tindak pidana korupsi yang didakwakakan. Justru dalam keterangan saksi, banyak yang meringankan US, dan alat bukti yang disuguhkan dalam persidangan, hanya 1 alat bukti, berupa pemindahan buku dari rekening Pemohon PK ke rekening CV Ratu Samagat.

“Dari dasar itulah kami mengajukan permohonan PK ke MA, untuk dibuka kembali dalam persidangan, atas kekeliruan, atau kekhilafan hakim dalam putusan judex factie. Dan alat bukti yang pernah kami ajukan tidak dipertimbangkan,” jelasnya.

Dalam hal ini lanjut Dian, pihaknya berkeyakinan, bahwa permohonan PK US akan dikabulkan oleh Mahkamah Agung.

Dian menambahkan, agenda sidang sebelumnya, Kamis (27/6), hanya memberikan kesimpulan pemohon PK, dan tanggapan Termohon PK.

(Sumber Foto: Akun FB Hariman Kaimuddin)

[RED]

Komentar

News Feed