oleh

Status Dua Wartawan Masih Saksi, Polres Belum Tentukan Pasal Pidana! Antara Pemerasan, Jebakan, dan Upaya Penyuapan

BAUBAU

Dua Wartawan HB dan H hingga saat ini masih berstatus sebagai Saksi, keduanya masih menjalani proses hukum, dimintai keterangan, yang sebelumnya di Polsek Lakudo, kini telah dilimpahkan ke Polres Baubau. Keduanya sempat diberitakan kena Operasi Tangkap Tangan (OTT), dilaporkan memeras Sahrul Asmin (31) Kepala Desa Lolibu Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah (Buteng).

Kasus yang bergulir sejak Senin 13 Mei 2019 malam tersebut, kini dalam pengembangan Sat Reskrim Polres Baubau, dan belum ada penentuan Pasal Pidana yang akan dikenakan kepada kedua Wartawan yang melakukan tugas peliputan di Buteng tersebut. Hal ini diungkapkan Kasubag Humas Polres Baubau Iptu Suleman, Rabu (15/5) siang, dalam keterangan resmi dihadapan awak media di Mako Polres Baubau.

Suleman menjelaskan kronologis kejadian perkara:

Bermula, korban (Kades Lolibu) yang dihubungi melalui telepon selular oleh lelaki H (Saksi), Minggu 12 Mei 2019 Pukul 21.00 Wita. Kepada Kades Lolibu, Saksi H mengaku sebagai wartawan, memiliki data tentang penyalahgunaan Dana Desa Lolibu.

Saksi H menyampaikan kepada Kades Lolibu ingin bertemu pada Senin 12 Mei 2019 sekitar jam 17.00 Wita. Kades Lolibu ditemani lelaki inisial J dan lelaki inisial H melakukan pertemuan, bertempat di kantor Kepala Desa Lolibu. Kemudian, dihari yang sama sekitar Pukul 19.00 Wita, bertempat di Desa Moko, Kades Lolibu kembali melakukan pertemuan dengan Saksi HB dan H.

Dalam pertemuan tersebut, Kades Lolibu, Saksi HB dan Saksi H membahas tentang penyelesaian persoalan data tentang penyalahgunaan Dana Desa Lolibu, agar tidak dilaporkan kepada pihak berwajib, dan tidak dipublikasikan ke media. Kemudian Kades Lolibu kembali kerumahnya.

Setibanya di rumah, Kades Lolibu dihubungi oleh Saksi HB dan Saksi H, dan dimintai uang sebesar Rp 10juta. Namun Kades Lolibu hanya menyerahkan Rp 1juta, bertempat di lokasi pertigaan jalan menuju Kecamatan Mawasangka Timur, Desa Lolibu.

Atas kejadian tersebut, Kades Lolibu melaporkan kepada pihak berwajib guna proses lebih lanjut.

Saat ini HB dan H tengah dimintai keterangan sebagai Saksi, dan persoalan tersebut sudah dilimpahkan dari Polsek Lakudo kepada Sat Reskrim Polres Baubau, untuk dilakukan pendalaman.

Adapun barang bukti yang diamankan yaitu: berupa uang Rp 1juta, yang terbungkus amplop putih.

Dikonfirmasi tentang barang bukti rekaman percakapan antara Kades Lolibu, HB dan H, yang tentu barang bukti rekaman percakapan ini bisa lebih menguak rentetan kejadian perkara, Suleman mengatakan, barang bukti tersebut belum diterima oleh penyidik Sat Reskrim Polres Baubau.

Saat dipertanyakan tentang adanya dugaan upaya penyuapan Kades Lolibu kepada HB dan H, serta dugaan Kades Lolibu menjebak HB dan H, Suleman menjawab, kedua Saksi (HB dan H) belum memberikan keterangan terkait hal tersebut. Hal ini berkaitan dengan pernyataan klarifikasi HB dimedia, juga kaitan adanya informasi dugaan penyalahggunaan Dana Desa Lolibu, serta dugaan pelanggaran dalam proses perekrutan 13 aparat Pemerintah Desa Lolibu. HB dan H hendak mengkonfirmasi kepada Kades Lolibu, tentang adanya dugaan tersebut.

“Pihak saksi (HB dan H) ini tadi bisa mengalihkan pada dugaan penyalahgunaan Dana Desa dan dugaan pelanggaran dalam proses perekrutan aparat Desa Lolibu tersebut, dengan pendalaman bisa akan muncul seperti itu,” terang Suleman.

Kata Suleman, Saksi HB dan Saksi H berhak mengelak, dan mengungkap data yang dimiliki (terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa dan pelanggaran dalam proses perekrutan 13 aparat Desa), inilah yang akan dikembangkan oleh Penyidik.

“Masing – masing punya bukti,” tegasnya.

Suleman menambahkan, adanya informasi tentang barang bukti kertas putih berisi uang Rp 1juta sengaja dilemparkan Kades Lolibu kedalam mobil, akan menjadi salah satu pengembangan kasus.

“Upaya Penyidik dia bisa mendalami kronologisnya bagaimana, kan yang beredar itukan belum bisa dikatakan bahwa itu benar, si A ini seperti ini dia melakukan, belum pasti. Nanti pada saat Penyidik sudah mendalami hal ini. Masing – masing, baik korban (Kades Lolibu), maupun keduanya yang bersangkutan (Saksi HB dan Saksi H), didukung dengan saksi – saksi yang ada, inilah baru bisa disimpulkan,” yakinnya.

Suleman memastikan, Polres akan menindak lanjuti bila ada laporan terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa dan dugaan pelanggaran dalam proses perekrutan 13 aparat Desa Lolibu.

Ditambahkan Kapolsek Lakudo AKP Abdul Halim Kaonga SH, Senin 13 Mei Pukul 20.30, dia mendapat panggilan telepon dari Kades Lolibu, yang menginformasikan adanya pelanggaran. Kades Lolibu tidak menyampaikan bahwa oknum yang dimaksud dalam pelanggaran tersebut adalah Wartawan.

“Ditelepon Kades Lolibu tentang ada oknum, dia tidak menyampaikan oknum itu wartawan, untuk melakukan transaksi dimana ada pelanggaran,” katanya.

Halim mengisahkan, ketika mendatangi lokasi, Saksi HB berada dipinggir mobil. Halim kemudian memanggil HB,”jadi saya datang itu kedua yang terduga itu sudah ada didalam mobil, sementara HB sudah berada dipinggir mobil berdiri, jadi begitu saya panggil, saya senter sopir, kemudian sopir keluar dari mobil. HB ini memutar didepan langsung dia membuang kertas ini (barang bukti kertas putih berisi uang Rp 1juta). Itulah yang saya jadikan patokan ada apa yang dia buang, jadi yang disampaikan melempar kertas itu adalah HB. HB yang membuang kertas disemak-semak. Saya kan panggil namanya, setelah itu sama-sama kita mencari, termasuk dia, dan juga masyarakat satu. Ditemukanlah barang ini, setelah itu kami bawa ke kantor untuk kita mintai keterangan,” urai Halim.

Sebelumnya, HB dan H mengungkapkan kepada VONIZZ.COM, keduanya sempat mengkonfirmasi kepada Kades Lolibu, tentang dugaan penyalahgunaan Dana Desa Lolibu, dan dugaan pelanggaran dalam proses perekrutan 13 aparat Pemerintah Desa. Keduanya bermaksud meliput dua kasus tersebut atas dasar laporan dari masyarakat.

HB mengaku, kertas putih yang kemudian menjadi barang bukti berisi uang Rp 1juta tersebut, bukan diserahkan langsung (dari tangan ke tangan ke tangan) dari Kades Lolibu kepada HB atau H, melainkan langsung dilemparkan kedalam mobil oleh Kades Lolibu, sehingga HB membuangnya. HB langsung membuang kertas tersebut karena merasa ada kejanggalan, HB merasa, Ia dan H dijebak oleh Kades Lolibu.

HB juga membantah keras, dirinya dan H telah mengancam dan memeras Kades Lolibu. Menurutnya, Kades Lolibu menjebak HB dan H karena hendak mengungkap dugaan penyalahgunaan Dana Desa Lolibu, juga dugaan pelanggaran dalam proses perekrutan 13 aparat Pemerintah Desa Lolibu. Faktanya kata HB, HB dan H telah mengkonfirmasi hal tersebut kepada Kades Lolibu.

HB mengungkap, Kades Lolibu beberapa kali menawarkan uang, ini disinyalir untuk membungkam HB dan H, agar tidak memberitakan dugaan penyalahgunaan Dana Desa Lolibu, dan dugaan pelanggaran dalam proses perekrutan 13 aparat Pemerintah Desa Lolibu.

HB memastikan tidak terjadi pemerasan seperti yang diberitakan beberapa media. Menurutnya, apa yang disampaikan Kades Lolibu dibeberapa media, hanya bagian dari upaya menutupi dugaan kasus yang terjadi di Desanya, yang akan diungkap oleh HB dan H dalam pemberitaan.

Kata HB, justru Kades Lolibu menawarkan uang mulai dari Rp 5juta sampai Rp 15juta. Namun HB dan H tidak menyahuti permintaan Kades Lolibu.

Lebih lanjut HB mengurai, pertemuan HB dan H dengan Kades Lolibu dimalam kejadian, adalah inisiasi Kades Lolibu sendiri. Yang kala itu meminta bertemu ditempat sepi, sehingga terjadilah pertemuan di kawasan pertigaan Mawasangka Timur.

“Saya kan maunya bertemu ditempat ramai, tapi pak Kades selalu menolak, dan meminta pertemuan ditempat sepi. Memang ada skenario untuk menjebak kami, dibantu pihak – pihak tertentu. Apa yang dilakukan Kades Lolibu, seolah membalikkan fakta, seakan Ia menjadi korban,” bebernya.

HB juga menambahkan, dalam percakapan via telepon selular antara HB dan H dengan Kades Lolibu, sang Kades menggunakan nomor telepon selular yang berbeda – beda.

Menurut HB, Kades Lolibu membalikkan fakta, seakan – akan menjadi korban, ternyata dialah aktor utamanya.

Baik HB maupun H, keduanya sama – sama tidak terima baik tuduhan pemerasan dan pengancaman yang diarahkan pada keduanya.

[ VONIZZ report ]

Komentar

News Feed