oleh

Wacana Kudeta Ketua HMI Baubau: Dinilai Gagal, Begini Tanggapan Kubu Rizki

BAU-BAU

Wacana kudeta Ketua HMI Cabang Bau-Bau La Ode Rizki terus bergulir, disebut-sebut karena dipicu berbagai persoalan, baik internal maupun eksternal. Tak luput menjadi sorotan, kisruh yang terjadi saat pembukaan Basic Training (Bastra) beberapa malam lalu.

Seperti yang diungkapkan salah seorang kader HMI Cabang Baubau, dari Komisariat Fakultas Hukum Unidayan, Leos David Wabula, bahwa cukup lama interval waktu kekosongan pengkaderan. Ia menilai, kisruh merupakan bentuk reaksi dari realitas kondisi internal HMI Cabang Baubau. Akumulasi dari kekecewaan, ketidakpuasan terhadap kinerja Kepengurusan, khususnya pada distribusi kewenangan ditiap bidang. Leos menyinggung Bidang PAO.

“Kami juga merasakan hal yang sama karena sudah mau dua tahun Komisariat Hukum tidak diberi arahan agar segera melakukan pengkaderan. Kami bukan satusatunya Komisariat yang diterlantarkan oleh Kabid PAO HMI Cabang Baubau. Pasalnya, Kabid PAO HMI Cabang Baubau lebih fokus pada rutinitas sebagai Panwas Kecamatan di Kota Baubau,” bebernya.

Leos mengaku memiliki pandangan yang sama dengan Kepala Bidang PA, Darwin. Leos mengatakan, selama dibawah Kepemimpinan La Ode Rizki, HMI Cabang Baubau hanya menggelar Bastra didua Komisariat saja, yakni Komisariat FKIP UM Buton, dan Komisariat FKIP Unidayan.

“Akibatnya apa, Kepengurusan HMI Cabang Baubau saat ini banyak melahirkan kader ‘yatim piatu’. Komisariat Hukum, Teknik, FKM Unidayan, STAI, dan lainnya hanya bisa jadi penonton,” urainya.

Leos menyebutkan, Kepala Bidang PAO HMI Cabang Baubau saat ini terkesan abai dengan tanggung jawab dalam ber-HMI. Terkesan tak mampu memfasilitasi dinamika konflik Komisariat, karena kesibukan eksternal (sebagai Panwascam, red).

“Alhasil, tugas rutin dalam kapasitasnya sebagai Panswascam mengaburkan tanggung jawab ber- HMI, sebagai kader. Yang nampak didepan mata adalah Komisariat STAI tidak dualisme, berkas masuk hanya satu, tetapi sampai sekarang menggantung. Entah apa yang merasuki Kabid PAO HMI Cabang Baubau. Dan anehnya ketika Komisariat FKIP UM Buton berdinamika, dan masuk dua berkas, hanya dua Minggu sudah keluar SK orang Kabid PAO yg se- ideologi,” urainya lebih jauh.

Leos pun memastikan, pekan ini tujuh Komisariat akan bergerak, guna penyelamatan Organisasi.

“Kami akan menyurati BADKO HMI Sultra agar segera menurunkan Karateker buat HMI Cabang Baubau, dan mempercepat Konferensi Cabang. Agar kami juga Komisariat mendapatkan SK Komisariat melalui Karateker,” pungkasnya. [RED]

Terpisah, Ketua Umum HMI Cabang Baubau La Ode Rizki, melalui Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) Syamril menyayangkan kisruh yang terjadi dalam Bastra Komisariat FKIP UM Buton beberapa waktu lalu. Menurutnya, seharusnya Ketua Bidang Pembinaan Anggota (PA) menjadi contoh baik bagi yunior, khususnya diinternal HMI Cabang Baubau.

Syamril menanggapi adanya informasi hanya dua Komisariat yang aktif ditubuh HMI Cabang Baubau. Ia menjelaskan,
Komisariat yang aktif, dan telah ada kepengurusan ditubuh HMI Cabang Baubau lebih dari dua Komisariat, termasuk dua Komisariat HMI di Wakatobi, IST Buton, dan beberapa Komisariat di Unidayan.

“Terakhir kemarin kami terbitkan SK Komisariat Trisula yang ada di UM Buton.
Komisariat-komisariatpun ini secara bergantian melaksanakan Bastra. Beberapa waktu lalu, Komisariat Hukum Unidayan itu melakukan Bastra yang dikelola oleh saudara Fando sebagai MOT. Jadi ini rasanya adinda Leos yang tidak begitu paham soal kondisi internal HMI.
Komisariat STAI Baubau, SK nya itu dulu kami sudah berikan, tetapi teman-teman disana tidak mau ambil, dengan alasan mereka lebih memilih untuk mengambil SK Kepengurusan Cabang versi kakanda Pj Ketua Umum PB HMI, dan keputusan teman-teman STAI itu kami hormati,” urainya.

Syamril menambahkan, dalam waktu dekat ini juga akan dilaksanakan Rapat Anggota Komisariat Insan Cita di Pasarwajo.

“Jadi sebenarnya, aktivitas organisasi ini sangat berjalan dengan baik, dan lebih dari setengah Komisariat di Cabang Baubau ini aktif berkegiatan. Hanya kemudian teman-temanlah yang tidak begitu aktif di HMI.
Sebagai Kabid PAO, saya hanya berharap agar jika teman-teman punya kepentingan politik di HMI, janganlah membuat rusuh pengkaderan yang menjadi roh HMI. Dan untuk Kabid PA yang begitu bersemangat ingin menjadi calon Ketua Cabang, sabar-sabarlah dulu. Konfercab tetap kita akan gelar jika sudah sampai waktunya. Jangan membuat kisruh diinternal demi kepentingan pribadi kita,” urainya lagi.

Syamril mengajak, agar rekan-rekannya di HMI Cabang Baubau lebih mengedepankan kepentingan Organisasi, diatas kepentingan pribadi.

[RED]

Komentar

News Feed