Baubau
Minggu pagi, 11 Januari 2026, Tribun Kotamara sesaat berubah menjadi ruang harapan. Prajurit Batalyon Teritorial Pembangunan 823 / Raja Wakaaka (Yonif Raja Wakaaka), berbaur bersama para pendonor lainnya, berbagi darah.
Sejak pukul 08.00 Wita denyut kemanusiaan terasa hidup ditengah Kota Baubau. Satu negeri pemilik benteng terluas di dunia, negeri Sara Patanguna.
Dibawah langit cerah, para abdi negara teguh berdampingan dengan masyarakat, tenaga kesehatan, para alumni SMAN 1 Baubau angkatan 2016, dan aparat kepolisian. Mereka tidak datang dengan senjata, melainkan dengan niat tulus menyumbangkan setetes darah demi menyelamatkan nyawa sesama.

Danyonif Raja Wakaaka. Letkol Inf Arkham Hidayat, melalui Pasi Intel, Letda Inf Syamsul Alam mengatakan, sebanyak 34 prajurit diturunkan untuk membantu ketersediaan stok darah bagi rumah sakit, dan pasien yang membutuhkan. Guna mendukung program kesehatan nasional, dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Giat diselenggarakan Alumni SMAN 1 Baubau angkatan 2016, diisi dengan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis, menjadi bagian dari Road To 1 Dekade SMANSA 2016.

Lebih dari sekadar agenda reuni, kegiatan ini menjelma menjadi panggilan kemanusiaan. Jarum-jarum kecil menembus kulit, merangkai solidaritas dalam sunyi, sederhana namun sarat makna.
Kehadiran prajurit Yonif Raja Wakaaka menjadi potret nyata kedekatan TNI dengan rakyat. Bersama dokter, tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Baubau serta puskesmas Liwuto dan Wameo. Yonif Raja Wakaaka menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu harus digaris depan pertempuran. Melainkan juga digaris depan kemanusiaan.
Setiap kantong darah yang terisi, menyimpan harapan bagi pasien-pasien yang sedang berjuang di ruang-ruang perawatan.
Pemeriksaan kesehatan gratis juga menjadi jembatan kepedulian. Para tenaga medis profesional dengan penuh perhatian-keramahan, mengukur tekanan darah, mendengar setiap keluhan, menenangkan kecemasan warga.
Disini potret kehadiran nyata negara, mendekat, mendengar, dan melayani. TNI, Polri, tenaga kesehatan, bersama Alumni SMAN 1 Baubau, melebur bersama masyarakat dalam satu irama kepedulian. Menegaskan bahwa kesehatan adalah hak semua, tanpa memandang latar belakang.
Pukul 12.15 Wita, kegiatan berakhir dengan aman dan tertib. Jejaknya tidak berhenti dalam momen ini saja. Setetes darah yang mengalir hari ini akan terus bergerak, membawa kehidupan bagi mereka yang membutuhkan.
Yonif Raja Wakaaka kembali menegaskan jati diri bahwa prajurit pejuang rakyat, yang setia mengabdi bukan hanya untuk menjaga kedaulatan, tetapi juga untuk merawat kemanusiaan.
(Redaksi)









Komentar