Gotong Royong di Matawatu: Yonif Raja Wakaaka Normalisasi Cekdam Demi Ketahanan Pangan

Baubau

 

Pagi yang tenang di Kelurahan Kaisabu Baru mendadak riuh oleh deru semangat gotong royong. Ratusan personel TNI dari Batalyon Infantri Teritorial Pembangunan 823/Raja Wakaaka (Yonif TP 823/RW), bahu membahu bersama warga setempat, membersihkan cekdam di kawasan Matawatu, Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau, Jumat (23/1/2026).

Langkah ini diambil menyusul mulai terhambatnya distribusi air ke lahan pertanian warga, akibat tumpukan material dan tanaman liar yang menyumbat aliran bendungan. Cekdam Matawatu selama ini menjadi jantung pengairan bagi puluhan hektare sawah dan ladang yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat di kelurahan tersebut.

Komandan Yonif TP 823/Raja Wakaaka, Letkol Inf Arkham Hidayat, S.Sos., M.M., memimpin langsung jalannya karya bakti ini. Kehadirannya bersama sekitar 100 personel prajurit, menegaskan komitmen satuan dalam fungsi pembinaan teritorial, khususnya dalam mendukung infrastruktur vital pedesaan.

“Cekdam ini memiliki peran yang sangat strategis bagi keberlangsungan pertanian warga. Jika aliran air terhambat oleh sedimentasi atau tanaman liar, produktivitas pangan di wilayah ini taruhannya. Itulah mengapa kami turun tangan untuk memastikan fungsi irigasi kembali optimal,” ujar Letkol Inf Arkham Hidayat.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 10.30 Wita ini tidak hanya melibatkan unsur TNI, tetapi juga menunjukkan sinergitas lintas sektoral yang kuat. Sebanyak 50 warga bahu-membahu bersama aparat kewilayahan, mulai dari Camat Sorawolio, Lurah Kaisabu Baru, hingga personel Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Selain fokus pada pengangkatan gulma dan sampah yang menyumbat pintu air, para personel juga melakukan pengecekan terhadap struktur fisik bendungan. Langkah preventif ini bertujuan untuk memelihara ketahanan infrastruktur agar tidak cepat rusak akibat tekanan air maupun faktor usia.

Secara teknis, pembersihan ini juga ditujukan untuk mempertahankan fungsi pengendalian erosi pada cekdam. Dengan kondisi bendungan yang bersih, kecepatan aliran air dapat diredam secara efektif, sehingga potensi kerusakan lahan di bagian hilir dapat diminimalisir, terutama saat intensitas curah hujan tinggi seperti sekarang.

Respons positif mengalir dari masyarakat Kaisabu Baru yang merasa terbantu dengan kehadiran prajurit Yonif TP 823/RW. Warga mengaku, tanpa bantuan tenaga dari personel TNI, pembersihan bendungan secara menyeluruh akan memakan waktu lama dan sulit dilakukan hanya dengan peralatan manual seadanya.

Aksi nyata di awal tahun 2026 ini diharapkan menjadi pemantik bagi penguatan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sinergi antara militer, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus terjaga demi memastikan pembangunan wilayah berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan petani di Kota Baubau.

(Redaksi)

Komentar