oleh

“2 Warga Baubau Positif Covid-19: Pemerintah Berbuat dan Masyarakat Tingkatkan Kesadaran”

kasamea.com BAU-BAU

Dua warga Kota Baubau positif corona virus disease (covid-19). Gugus Tugas Percepatan Penanganan (Gugas Covid-19) Kota Baubau pun segera melakukan langkah-langkah, namun tak cukup hanya dari Pemerintah saja yang berbuat, berupaya maksimal, sangat dibutuhkan pula kesadaran masyarakat, agar dapat bersama-sama memutus rantai wabah pandemi global bencana nasional tersebut.

Sabtu (25/4/20) malam, Gugas Covid-19 Kota Baubau menggelar konferensi pers yang dihadiri langsung: Sekretaris Daerah Kota Baubau, Dr Roni Muhtar MPd (Pengarah juga selaku Juru Bicara), Kapolres Baubau, AKBP Rio Chandra Tangkari (Wakil Ketua), dokter spesialis penyakit dalam, dr Lukman ( Juru Bicara / Ketua Satgas Covid-19 RSUD Baubau sebagai RS rujukan pasien Covid-19), Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau, La Ode Muslimin Hibali (Satgas penganggulangan bencana).

Dua Warga Kota Baubau Positif Covid-19

dr Lukman menjelaskan:

Dua warga Kota Baubau terkonfirmasi positif covid-19 adalah seorang perempuan berusia 26 tahun (P/26) dan seorang laki-laki berusia 55 tahun (L/55), dinyatakan positif setelah menjalani test (pemeriksaan / pengecekan) dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). PCR ini diklaim lebih akurat untuk melakukan pemeriksaan corona virus atau covid-19, menggunakan sampel cairan dari saluran pernapasan bawah sebagai bahan pemeriksaan (menyeka bagian belakang tenggorokan).

Kedua pasien positif ini, sebelumnya juga telah menjalani rapid tes dengan hasil reaktif.

Rapid test adalah praktis test massal yang dilaksanakan berbasis data menggunakan darah (dengan alat kit). Bila hasil rapid test reaktif, maka ditindaklanjuti dengan PCR untuk mengetahui positif corona virus yang sesungguhnya.

Dengan sampel darah, rapid test mengukur antibodi pasien, dan tidak dapat digunakan untuk mendeteksi adanya covid-19.

Kedua pasien positif covid-19 kini diisolasi di RSUD Baubau (RS Palagimata). Selain untuk mencegah penularan ke orang lain, juga agar dapat dilakukan perawatan, pemantauan / pengawasan secara intensif, sampai beberapa waktu kedepan, kedua pasien kembali menjalani test PCR.

Yang juga perlu diketahui, bahwa awal diperiksa kondisi kesehatannya, kedua pasien ini tidak ditemukan gejala (gejala pasien covid-19: batuk, flu, demam, infeksi radang tenggorokan, sesak pernafasan).

Selama diisolasi di RSUD Baubau, kedua pasien akan menjalani perawatan /pengobatan dengan pendekatan terapi non farmatologi, dan terapi farmatologi. Pendekatan terapi non farmatologi meliputi: anjuran dokter kepada pasien agar menjaga kebersihan diri, pola hidup bersih dan sehat, mencuci tangan, menggunakan masker, mengkonsumsi makanan bergizi. Terapi farmatologi meliputi: pemberian obat anti virus ( sesuai anjuran dokter paru, dokter anak, bila pasien anak), dan pemberian vitamin.

Para tenaga medis yang merawat atau mengobati pasien mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Masyarakat Harus Lebih Waspada

Kapolres Baubau AKBP Rio Chandra Tangkari, menegaskan:

adanya pasien terkonfirmasi positif ini, seluruh masyarakat harus lebih waspada, dan tetap mematuhi protokol kesehatan, pola hidup bersih dan sehat, mencuci tangan, menggunakan masker ketika keluar rumah, dan selalu menjaga jarak minimal 1,5 meter dari orang lain.

Masyarakat tetap mawas diri, menjaga diri dan lingkungan, menghindari perkumpulan-perkumpulan yang melibatkan banyak orang, keramaian.

Polres Baubau akan lebih tegas lagi menyikapi kondisi, situasi saat ini.

Ia meminta kepada seluruh masyarakat agar bisa memahami kondisi, situasi saat ini, mengikuti anjuran Pemerintah (ada Surat Edaran Menteri Agama, Maklumat Kapolri, Kementerian Kesehatan).

Kapolres Baubau juga mengimbau, agar masyarakat tidak mudik lebaran.

Pihaknya menjalankan Operasi Ketupat, menyiapkan Posko disetiap titik perbatasan wilayah Kota Baubau, yang juga akan memaksimalkan pembatasan orang-orang-orang yang keluar masuk, terutama orang-orang yang melakukan aktivitas mudik. Kecuali yang berkaitan dengan pendistribusian kebutuhan pokok (sembako), petugas medis, peralatan kesehatan.

Upaya Pemerintah Harus Seiring Sejalan dengan Kesadaran Masyarakat

Dr Roni Muhtar MPd sangat mengharapkan kesadaran masyarakat akan bahaya covid-19.

Meskipun Pemerintah berusaha maksimal melakukan penanganan pencegahan secara intens, secara ketat, dalam banyak aspek, namun bila masyarakat tidak memiliki kesadaran, maka mustahil dapat terwujud mengupayakan Kota Baubau menjadi sebuah Kota yang bebas dari covid-19.

Kuncinya, kata Sekretaris Daerah Kota Baubau, masyarakat harus sadar tentang bahaya covid-19, dan jangan ada kepanikan. Bersama-sama menjalankan protokol, cara pencegahan.

Pencegahan dengan Disinfektan

Kepala BPBD Kota Baubau, La Ode Muslimin Hibali memastikan, penyemprotan disinfektan terus rutin dilakukan. Khususnya di rumah pasien positif covid-19. Pihaknya sudah mempersiapkan personil, juga peralatan, serta cairan disinfektan.

[RED]

Komentar

News Feed