Baubau
H Yusran Fahim kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Baubau untuk periode 2026–2031. Ia terpilih dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Villa Nirwana, Minggu (12/4/2026), dalam forum yang menjadi penentu arah politik partai berlambang Ka’bah tersebut ditingkat lokal.
Terpilihnya Yusran Fahim bukan sekadar kelanjutan kepemimpinan, tetapi juga menjadi penegasan konsolidasi internal PPP Baubau ditengah dinamika politik daerah. Muscab kali ini disebut sebagai momentum strategis untuk merapatkan barisan dan menghidupkan kembali mesin politik partai yang sempat melemah dalam beberapa kontestasi terakhir.
Yusran Fahim menekankan bahwa Muscab harus dimaknai sebagai titik balik perjuangan politik PPP. Ia menggarisbawahi pentingnya mengembalikan orientasi partai kepada rakyat kecil, yang selama ini menjadi basis historis dan ideologis PPP.
“Terpilih kembali berarti amanah baru. Kita tidak boleh stagnan. Target kita jelas, menambah kursi di DPRD kota, DPRD provinsi, dan yang paling utama, kembali ke Senayan (DPR RI),” tegasnya dengan nada optimistis dihadapan para kader.
Ia juga mengajak seluruh struktur partai, mulai dari tingkat kota hingga wilayah Kepulauan Buton (Kepton), untuk bekerja secara kolektif dan terukur. Menurutnya, soliditas kader menjadi kunci utama dalam memenangkan pertarungan elektoral kedepan, terutama dalam menghadapi tantangan politik yang semakin kompetitif.
Ketua DPW PPP Sulawesi Tenggara, Rachmawati Badallah, menyebut Yusran Fahim sebagai kader terbaik yang dimiliki PPP saat ini. Ia menilai kepemimpinan Yusran Fahim mencerminkan kematangan politik dan kemampuan menjembatani kepentingan wilayah daratan dan kepulauan di Sulawesi Tenggara.
Rachmawati juga menyinggung agenda strategis yang lebih luas, yakni perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Buton. Meski pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium pemekaran daerah, ia menegaskan bahwa PPP akan terus menggaungkan aspirasi tersebut melalui jalur politik dan parlemen.
“Ini bukan sekadar wacana, tetapi amanah rakyat yang harus terus diperjuangkan. Kita mungkin menunggu moratorium dibuka, tetapi kerja politik tidak boleh berhenti,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya sinergi antara kader di daerah dan pusat.
Lebih jauh, ia mengaitkan perjuangan tersebut dengan target besar PPP secara nasional, yakni kembali menempatkan wakilnya di DPR RI. Dengan kerja elektoral yang terstruktur dari pusat hingga ranting, ia optimistis PPP Sulawesi Tenggara dapat berkontribusi signifikan dalam mengembalikan kejayaan partai ditingkat nasional.
Dengan terpilihnya kembali Yusran Fahim, PPP Baubau kini dihadapkan pada ujian konsistensi antara retorika dan kerja nyata. Publik menunggu apakah janji-janji politik yang populis, mulai dari pembelaan terhadap masyarakat, hingga ambisi kembali ke Senayan, benar-benar diterjemahkan menjadi strategi konkret yang mampu mengubah peta kekuatan politik di daerah.
(Redaksi)









Komentar