Amirul Tamim Bicara Momentum Strategis “Kodam di Sultra dan Korem di Kepton”
Baubau
Rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) di Sulawesi Tenggara dan Komando Resor Militer (Korem) di wilayah Kepulauan Buton (Kepton), dinilai sebagai momentum strategis bagi penguatan pertahanan wilayah, sekaligus membuka peluang pengabdian bagi putra daerah melalui TNI.
Anggota DPD RI, MZ Amirul Tamim, menyampaikan apresiasi terhadap rencana tersebut. Menurutnya, masyarakat Kepulauan Buton patut menyambut positif perhatian terhadap penguatan pertahanan di kawasan kepulauan, yang memiliki posisi strategis, dan potensi sumber daya alam.
“Kita patut memberikan apresiasi. Saya kira seluruh masyarakat Kepton harus bersyukur dan berterima kasih,” kata Amirul Tamim saat ditemui usai pesta adat Busiana Liwu di Baruga Wa Sapuadhi Kaisabu, Kelurahan Kaisabu Baru, Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau, Sabtu (24/10/2026).
Posisi Strategis Kepton dan Penguatan Pertahanan
Amirul menilai, posisi geografis Kepulauan Buton yang berada di kawasan jalur pelayaran strategis, termasuk berdekatan dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III, menjadi salah satu alasan pentingnya perhatian terhadap aspek pertahanan dan keamanan.
Menurutnya, kawasan kepulauan dengan posisi strategis dan potensi besar, perlu mendapat perlindungan yang memadai, agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TNI, Presiden, dan Panglima TNI atas rencana penguatan struktur pertahanan di Sulawesi Tenggara, termasuk rencana kehadiran Korem di wilayah Kepulauan Buton.
Bagi Amirul, penguatan pertahanan bukan hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga menunjukkan perhatian terhadap wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik geografis dan tantangan tersendiri.
Peluang Putra Daerah Mengabdi Melalui TNI
Selain aspek pertahanan, Amirul mencermati peluang yang dapat terbuka bagi masyarakat lokal, khususnya generasi muda yang ingin berkarier di lingkungan TNI.
Ia merespon informasi mengenai penerimaan anggota TNI tanpa biaya. Menurutnya, kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan oleh putra-putri daerah yang memenuhi persyaratan.
“Ini juga memberikan peluang kepada anak-anak muda kita di Kepton, Sultra, untuk menjadi anggota TNI,” ujarnya.
Meski demikian, informasi mengenai penerimaan prajurit, persyaratan, jadwal, dan mekanisme seleksi tetap perlu merujuk pada pengumuman resmi TNI. Masyarakat diharapkan memastikan informasi melalui saluran resmi.
Potensi Alam Membutuhkan Perlindungan
Amirul juga mengingatkan, bahwa Kepulauan Buton memiliki sejarah panjang dan potensi sumber daya alam yang besar. Ia menyebut minyak dan gas sebagai sebagian potensi yang perlu mendapat perhatian, selain kekayaan laut yang menurutnya masih menyimpan banyak hal untuk digali dan dikembangkan.
Potensi tersebut, kata Amirul, perlu dikelola secara bijaksana, dan diiringi perhatian terhadap keamanan wilayah. Dengan posisi geografis yang strategis, kawasan Kepulauan Buton dinilai penting dalam pembangunan daerah, maupun kepentingan nasional.
Penguatan pertahanan, menurutnya, menjadi salah satu aspek yang patut dipertimbangkan, sejalan dengan upaya mengoptimalkan potensi wilayah kepulauan.
Menunggu Kepastian Resmi
Meski mendapat apresiasi, rencana pembentukan Kodam di Sulawesi Tenggara dan Korem di wilayah Kepulauan Buton masih perlu dipastikan melalui keterangan resmi pemerintah dan TNI. Rencana tersebut belum merupakan keputusan final, sebelum adanya pengumuman mengenai kebijakan, lokasi, struktur organisasi, serta tahapan pelaksanaannya.
Apabila direalisasikan, kehadiran satuan teritorial tersebut berpotensi menjadi bagian dari penguatan pertahanan di Sulawesi Tenggara. Namun, bentuk dan dampaknya bagi daerah tetap bergantung pada keputusan resmi, serta perencanaan yang ditetapkan oleh pihak berwenang.
Bagi masyarakat Kepulauan Buton, rencana ini menjadi momentum untuk mencermati arah penguatan pertahanan. Sekaligus, mempersiapkan generasi muda agar mampu mengambil peluang pengabdian melalui jalur yang sah dan sesuai ketentuan.









Komentar