Kasamea.com, Baubau
Laporan pengaduan korban gigitan anjing, Erik (24), ke Polsek Wolio Polres Baubau, terjadi kekeliruan. Pemuda asal Kabupaten Buton Utara (Butur) ini memasukkan nama Cengceng/Simon Liong dalam laporan pengaduannya, ternyata, pemilik anjing tersebut bernama Cengceng/ Fokas Simon.
Ada kesamaan, kemiripan nama kedua pengusaha sukses di Kota Baubau tersebut. Baik Fokas Simon maupun Simon Liong, keduanya warga negara Indonesia berdarah Tionghoa, yang memiliki nama panggilan/populer dengan Cengceng.
Selain itu, Erik memang tidak begitu mengetahui nama Jalan, apalagi Kelurahan, Kecamatan di Baubau. Erik berada di Baubau hanya karena bekerja sebagai tukang batu (buruh bangunan), yang kebetulan mendapat rejeki mengerjakan rumah kediaman Cengceng/Fokas Simon, yang ternyata beralamat di Jalan Laode Puka, Kelurahan Bukit Wolio Indah Kecamatan Wolio. Bukan di Jalan Erlangga Kelurahan Bone-Bone Kecamatan Batupoaro (alamat rumah milik Cengceng/Simon Liong).
Cengceng/Fokas Simon sendiri mengaku belum mengetahui kejadian anjing yang diduga peliharaannya menggigit seorang pekerja di rumah miliknya. Namun bila demikian, dia siap bertanggungjawab, dan akan menanggung segala pengobatan/perawatan atas luka yang diderita korban.
Ceng-ceng/Fokas Simon mengaku baru mengetahui kejadian tersebut, setelah adanya pemberitaan media.
“Saya tidak pernah diberitahu kalau Erik itu digigit anjing. Harusnya dia (korban) sampaikan ke saya, pasti saya tanggungjawab. Tapi ini saya tidak pernah diberitau, tiba-tiba lapor polisi,” kata Cengceng/Fokas Simon, Selasa (5/10) malam.
Owner salah satu Hotel ternama di Baubau ini pun berharap dapat dipertemukan secepatnya dengan korban, agar sesegera mungkin bertanggungjawab dan membawa korban berobat ke rumah sakit. Ia pun siap menjalani proses hukum.
Diberitakan sebelumnya, Erik mengaku digigit seekor anjing, yang diduga milik Cengceng. Saat itu, Selasa (14/09) pagi, sekira pukul 10.05 Wita, dia sedang merakit besi untuk pasangan cakar ayam bangunan di lantai dua. Saat hendak mengangkat semen dilantai satu, tiba-tiba, seekor anjing putih menyerang dan langsung menggigit betis kanannya. Usai menggigit, anjing itu kemudian langsung meninggalkan Erik yang terluka kesakitan.
“Beberapa hari setelah peristiwa itu saya rasa sudah sakit betisku. Makanya saya izin berhenti kerja supaya saya bisa pulang di kampung untuk obati lukaku,” ungkap Erik.
Saat itu, Erik sangat berharap agar pemilik anjing dapat memakluminya. Namun karena tidak segera mendapat perhatian, terkait naas yang dialaminya, Erik pun mengambil langkah melapor ke Polsek Wolio.
Menurut korban, ada banyak anjing peliharaan di rumah Cengceng/Fokas Simon. Beberapa ekor dikandangkan, tetapi ada juga yang sering kali dilepas.
“Dia sudah tau lagi ada orang kerja dirumahnya. Harusnya anjing-anjing itu dikandang, jangan dilepas,” kesal Erik.
Pemuda asal Desa Lagundi, Kecamatan Kambowa, Butur ini telah melapor ke Polsek Wolio, Minggu (3/9). Usai Erik menceritakan kronologis kejadian, petugas Kepolisian kemudian memberikan surat permintaan visum et revertum dengan nomor surat: B/79/X/2021/sek, di rumah sakit Murhum, pukul 14:18 Wita.
[Red]









Komentar