Menuju Zero RTLH, Haliana Launching BSPS MBR

Bupati Haliana Launching BSPS MBR

Wakatobi

Kerja konkrit terus dilakukan Bupati Haliana dan Wakilnya Ilmiati Daud, dalam memenuhi janji politik, merealisasikan visi misinya. Salah satu yang menjadi prioritas adalah pemenuhan rumah layak huni bagi masyarakat Wakatobi. Segera, Haliana melaunching program pro rakyat kecil tersebut, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Launching yang digelar di aula salah satu Villa di Kecamatan Wangiwangi, Minggu, (21/11) ini, juga dirangkaikan dengan sosialisasi Program BSPS MBR.

Haliana mengatakan, BSPS sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah dalam penyelenggaraan perumahan dan kawasan pemukiman, berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011, tentang perumahan dan permukiman yang mengamanatkan penyelenggaraan perumahan swadaya oleh pemerintah.

“Ini dalam rangka mengatasi masalah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, pembangunan perumahan harus didukung dengan kebijakan, strategis, program yang komprehensif dan terpadu. Sehingga selain mampu memenuhi hak dasar masyarakat, juga akan menghasilkan suatu lingkungan perumahan yang sehat, harmonis, aman dan nyaman,” urai Haliana, dalam pidato sambutan.

Lebih lanjut, Haliana menjelaskan, berdasarkan database RTLH tahun 2021, saat ini masih terdapat 4.933 unit RTLH yang tersebar di delapan Kecamatan, Wakatobi. RTLH sebanyak 4.933, wajib untuk bantu.

Tujuannya kata Haliana, agar tak ada lagi RTLH di Wakatobi.

Haliana membeberkan, hal yang sangat Ia sayangkan, dalam kunjungannya dibeberapa tempat, Ia masih menemukan warga yang tidak didata dalam setiap usulan bedah rumah. Ini terjadi hanya karena perbedaan pandangan, pilihan politik.

Haliana menegaskan, tidak boleh ada diskriminasi dalam setiap realisasi program pemerintah. Harus adil merata, tepat sasaran, penerima manfaat

“Tujuan kita tidak boleh ada lagi RTLH di Wakatobi, dan paling penting tanpa memandang warna. Jangan lagi ada trauma dan ketakutan tempo dulu, karena saya rasakan sendiri. Apalagi dalam perjalanan saya selama lima tahun menyerap aspirasi,” tegasnya.

Bupati yang sebelum terjun ke dunia politik, telah meraih sukses sebagai pengusaha ini memastikan, Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi sangat serius dan memberikan prioritas yang tinggi untuk membangun rumah-rumah masyarakat, dengan berbagai konsep dan model.

“Dengan kemampuan yang ada, kita akan terus menerus membangun rumah-rumah rakyat. Dengan harapan, makin banyak masyarakat kita yang akan memiliki tempat tinggal yang layak. Dan tentunya akan membuat kehidupan sehari-harinya nyaman dan baik,” tutur Haliana, yang kemudian menambahkan, bahwa program ini akan terus dilakukan ditahun-tahun selanjutnya, agar seluruh masyarakat, khususnya MBR bisa memiliki rumah layak huni.

Launching BSPS MBR tersebut, diserahkan bantuan bedah rumah untuk 180 unit RTLH, yang tersebar di 21 Desa/Kelurahan se-Wakatobi.

“Alhamdulilah berkat doa dan dukungan kita semua, mulai tahun anggaran 2021 ini, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan, kita telah menganggarkan sebesar 1,8 miliar rupiah untuk perbaikan RTLH,” syukurnya.

Beberapa waktu lalu, Direktur Rumah Swadaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI) telah meresmikan bantuan pengembangan sarana hunian pendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Desa Waha, Kecamatan Wangi-wangi.

Bantuan berupa home stay sebanyak 20 unit, dan peningkatan kwalitas rumah pondok wisata sepanjang koridor yang dilewati jalur home stay sebanyak 100 unit rumah. Sekaligus juga melakukan penataan lingkungan pada seluruh wilayah yang menjadi lokasi homestay.

“Semoga kegiatan ini akan terus berlanjut di tahun-tahun yang akan datang demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Wakatobi yang kita cintai. Mewujudkan visi Wakatobi, yakni Wakatobi menjadi Kabupaten konservasi maritim yang sentosa,” harap Haliana.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Wakatobi, Aswiadi, mengatakan, anggaran BSPS bersumber dari APBD Perubahan Kabupaten Wakatobi tahun anggaran 2021. Dialokasikan untuk 180 unit RLTH yang tersebar di 21 Desa/Kelurahan se-Wakatobi.

“Masing-masing unit rumah dibantu sebesar Rp10 juta berupa bahan bangunan. Sesuai dengan hasil verifikasi yang telah dilakukan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman,” jelasnya. (Red)

Komentar