oleh

“Ada warga hanya makan sekali dalam sehari semalam” Ketua Gerindra Baubau Salurkan Bantuan Beras

kasamea.com BAU-BAU

Ketua DPD Partai Gerindra Kota Baubau Drs Nasiru memberikan bantuan berupa beras 10 Kg kepada 50 Kepala Keluarga (KK) di lingkungan Batumaali Kelurahan Baadia Kecamatan Betoambari. 50 KK penerima bantuan ini mayoritas pekerja yang mengandalkan sektor jasa, yang kini mengalami kesulitan dalam mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, karena tidak adanya pemasukan keuangan, karena terdampak corona virus disease (covid-19).

Diantara mereka ada yang berprofesi sebagai pekerja pertukangan, buruh harian, buruh bangunan, sopir mobil, ojek, asisten rumah tangga, dan pekerja serabutan, pekerja lepas lainnya.

Nasiru langsung merespon keluh kesah, kesusahan warga, setelah menerima aspirasi dari Ketua RT setempat, juga aspirasi beberapa warga lainnya, yang kian tak berdaya menjalani kehidupan ditengah bencana nasional pandemi global ini.

Usai penyerahan bantuan, Nasiru mengungkapkan rasa prihatin teramat dalam, setelah mengetahui kondisi warga di lingkungan Batumaali, yang banyak diantaranya kehilangan pemasukan keuangan keluarga, terdampak covid-19. Memberikan bantuan beras, kata Nasiru, hanyalah bantuan tulus ikhlas, sebatas berbagi sebagian rezeki yang diperoleh.

Nasiru mengatakan, bantuan yang Ia diberikan, tak lepas pula dalam posisinya sebagai Ketua Partai Gerindra Kota Baubau, sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Baubau, yang wajib tanggap, peduli, terhadap kondisi, keadaan sosial, perekonomian masyarakat Kota Baubau.

Kedekatan Nasiru dengan warga lingkungan Batumaali sudah terjalin sejak lama, jauh sebelum dirinya menjabat Ketua Gerindra Kota Baubau, hingga terpilih sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Baubau. Nasiru sudah memiliki kedekatan emosional sejak dulu.

Seiring dengan silaturahmi yang terjalin selama bertahun tahun ini, juga telah sering menggelar kegiatan sosial kemasyarakatan, kegiatan keagamaan bersama warga di lingkungan tersebut.

“Ini hanya sekedar berbagi dari apa yang kami punya, mudah-mudahan bisa membantu meringankan beban warga. Mudah mudahan akan ada bantuan lainnya yang bisa diterima warga disini, untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari hari, khususnya selama pandemi wabah covid-19 ini,” ucapnya rendah hati.

Menurut Nasiru, warga terdampak secara perekonomian karena warga patuh pada imbauan Pemerintah dalam pencegahan penyebaran covid-19, dengan berdiam diri di rumah (social distancing, physical distancing). Nampak jelas, kata dia, nyaris tak ada aktivitas pembangunan, menurunnya aktivitas perekonomian, bahkan aktivitas rumah tangga pun, yang biasanya mengandalkan bantuan seorang asisten rumah tangga, saat ini sudah langsung dikerjakan sendiri oleh tuan/pemilik rumah.

Nasiru menemui dan melihat langsung kondisi beberapa keluarga yang sudah tidak memiliki bahan makanan untuk dimasak.

Inilah dampak yang dirasakan warga, khususnya warga berpenghasilan rendah, pekerja lepas yang tidak memiliki gaji tetap.

Dari perbincangan dengan beberapa warga kala itu, rupanya, warga mengaku telah mengenal sosok Nasiru, yang sejak beberapa tahun lalu sudah turun langsung membantu warga setempat. Rupanya Nasiru pernah bersama-sama memperjuangkan pemasangan instalasi listrik bagi puluhan KK di lingkungan Batumaali.

Tak bermuluk muluk menjanjikan sesuatu yang berlebihan, namun Nasiru jauh sebelumnya telah berbuat, membantu, memfasilitasi, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti halnya juga yang dilakukannya di Batumaali kali ini, Sabtu (18/4/20) sore.

Ketua RT setempat mewakili 50 warga penerima bantuan, mengungkapkan rasa syukur, rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warganya.

Ia mengaku, kondisi di lingkungan Batumaali sudah sangat memprihatinkan, sebab diantara warganya bahkan ada yang hanya makan sekali dalam sehari semalam, mereka menahan lapar, mereka terancam kelaparan.

Sebelumnya, ketika Ia mendistribusikan beras murah bagi warganya, ada diantara warganya yang tidak sanggup lagi membeli beras subsidi Pemerintah. Ia sampai meneteskan air mata, ketika menemukan seorang Ibu, warganya, yang menangis karena tak bisa lagi memenuhi kebutuhan hidupnya bersama lima anaknya, karena suaminya tengah dirundung masalah, tak dapat menafkahi keluarga.

Begitupun keluarga lainnya, yang terancam tak mampu lagi mencukupi kebutuhan hidup dalam beberapa hari kedepan, karena tidak lagi bekerja, tidak lagi memiliki penghasilan keuangan. Wabah covid-19, sangat berdampak, mempengaruhi perekonomian warga setempat.

Disini juga terbilang masih kumuh, belum banyak tersentuh program pembangunan pro rakyat.

[RED]

Komentar

News Feed