Baubau
Waktu terus bergulir, hujan yang seharusnya menjadi berkah alam untuk menyirami Bumi, membasahi kemarau, menyejukkan Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, seakan menjadi momok menakutkan, sebagai musibah, bagi warga yang bermukim di Jalan Bhakti ABRI Kelurahan Bukit Wolio Indah (BWI) Kecamatan Wolio. Mereka kerap dibuat tidak nyaman karena genangan air yang terjadi disetiap musim hujan.
Dapat dikatakan sudah parah, karena air hujan yang tergenang, masuk merembes sampai ke dalam rumah, toko, bangsal usaha kayu milik warga.
https://www.kasamea.com/alkisah-negeri-po-5-genangan-air-bikin-hidup-warganya-tidak-nyaman/
Lantas apa solusi Pemerintah Kota Baubau, melaui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)?. Pasca Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse, Selasa (9/11), turun langsung ke titik genangan air tersebut.
Empati Monianse patut diapresiasi, sebab sedikitnya telah mampu mengobati keluh kesah warga setempat. Namun tentu saja quick respon orang nomor 2 di Baubau itu akan lebih elok lagi bila juga dibarengi dengan langkah konkrit, kerja cepat instansi teknis. Selain adanya penegasan Sekretaris Daerah (Sekda) Roni Muhtar di salah satu group Whatsapp.
“Saya sudah meminta Kadis PU untuk menyampaikan penjelasan secara teknis terkait masalah ini. Yang pasti ini harus menjadi pelajaran bagi semua kita. Menurutku dengan adanya kejadian ini, penerapan nilai PO-5 menjadi benar, dalam arti menemukan pijakannya untuk menjadi dasar kita berperan dalam hidup. Ini pandangan saya,” tulis Roni Muhtar.
https://www.kasamea.com/alkisah-negeri-po-5-jalan-diblokir-monianse-responsif/
Penelusuran Kasamea.com, genangan air terjadi dititik ini karena tingginya curah hujan, dan berlangsung berjam-jam. Titik genangan air sangat rendah, sehingga air hujan yang mengalir turun dari beberapa arah, dataran yang lebih tinggi, tertampung. Sumur resapan yang telah dibuat Dinas PUPR tidak efektif. Air tetap saja tergenang sampai sekitar dua jam lamanya, dan volume air yang tertampung, meluap masuk sampai ke halaman, garasi, dalam rumah, tempat usaha milik warga.
Salah seorang warga, Sandi Iskandar, mengusulkan agar Pemkot membangun drainase di titik langganan genangan air, sampai ke sebuah lubang besar (dataran terendah). Menurut kontraktor yang sudah bermukim sekian tahun di Jalan Bhakti ABRI BWI ini, drainase nantinya akan dibangun dibahu jalan, dan harus melewati lahan milik warga untuk sampai ke pembuangan akhir.
Pemerintah Kelurahan BWI diharapkan bisa memfasilitasi rembug warga bersama instansi terkait. Khususnya untuk mendapatkan izin dari warga pemilik lahan yang akan dilalui drainase. Ataukah ada angin segar solusi terbaik lainnya, untuk dapat menyudahi genangan air hujan.
Saat dikonfirmasi, Lurah BWI, La Ode Syahrun Ramadhan mengatakan, Ia bersama LPM BWI telah meninjau langsung titik genangan air, berikut titik pembangunan drainase. Namun Syahrun mengaku, memang belum pernah menggelar rapat bersama warga terdampak genangan air, juga instansi terkait. Ia pun memastikan segera mengagendakan pertemuan dimaksud, guna menghasilkan solusi terbaik.
Apapun solusi akhirnya, respon Wakil Wali Kota, titah sang Jenderal ASN, langkah Lurah, terpenting kerja cepat dan tepat Dinas PUPR, diharapkan bisa menjawab keluh kesah warga terdampak, yang sama ingin hidup nyaman, tidur tenang lagi, di negeri khalifatul khamis, pemilik warisan bijak leluhur, falsafah Sara Patanguna.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse, menyempatkan diri melihat langsung kondisi genangan air yang telah sekian tahun belum mampu diatasi tuntas. Di lokasi, Monianse langsung menghubungi instansi terkait untuk segera merespon, memberikan solusi mengatasi agar genangan air tidak terjadi lagi dan lagi.
(Red)
Alkisah Negeri PO-5 “Genangan Air, Solusi Pemkot, Tidur Lagi”









Komentar