Wakatobi
Bupati Wakatobi, Haliana, turun langsung melihat pertumbuhan bawang merah di demplit yang belum lama ini diresmikan untuk fokus program pengembangan bawang merah di negeri pemilik syurga bawah laut. Kunjungan Haliana, usai menghadiri rapat persetujuan penetapan rancangan kebijakan umum anggaran (KUA), prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) anggaran pendapatan dan belanja daerah Wakatobi tahun anggaran 2022 di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wakatobi.
“Alhamdulillah yang kita tanam baru-baru ini, pertumbuhannya bagus, begitupun Sorgum yang kita uji coba. Kita berharap ini juga bisa berhasil, supaya bisa kita kembangkan secara besar-besaran, dan menjadi harapan baru bagi petani di Kabupaten Wakatobi,” kata Haliana, disela-sela kunjungannya.
Haliana menuturkan, kedepan akan dikembangkan pula bibit cabe dan bibit tomat, yang biasanya bisa tumpang sari dengan bawang merah. Agar lahan sekitar dimanfaatkan dengan baik untuk sayur-sayuran, supaya menjadi pelengkap. Disamping itu juga kayu-kayu yang ada dimanfaatkan agar menjadi tempat rambat kacang panjang.
“Enaknya holtikultura itu karena memang bisa ditanam di lokasi-lokasi yang sempit. Dan ini bisa melengkapi lahan, sehingga berbagai macam sayuran itu kita tanam dan bisa kita hasilkan dari kebun,” tuturnya.
Menurutnya, lahan-lahan di wilayah tersebut dahulu tidak pernah termanfaatkan. Ia sangat berharap, dengan adanya demplot atau sebagai percontohan ini bisa termanfaatkan.
“Dulu, ini adalah lahan yang dianggap tidak menghasilkan, namun rupanya ini juga adalah bukan tanah tandus. Kita berharap bisa kita manfaatkan sebesar-besarnya, sehingga ini juga bisa membawa harapan baru terutama bagi yang tidak memiliki kebun, diberdayakan disini untuk bisa menjadi petani,” ungkap Haliana.
Dijelaskan Haliana, dengan bertani masyarakat bisa mencukupi kebutuhan, dan tentu nilai tukar petani dan kesejahteraan petani bisa meningkat di Kabupaten Wakatobi. Sehingga perlahah menekan angka kemiskinan di Wakatobi, terutama masyarakat yang berprofesi sebagai petani, juga bisa dikurangi, melalui pemberdayaan-masyarakat dalam progran ini.
“Tanggung jawab kita semua adalah, bagaimana menjaganya, baik dari segi kecukupan lahan. Kemudian lahan ini jangan sampai digunakan untuk hal yang lain. Tujuan kita adalah bagaimana kemudian lahan-lahan yang tidak pernah tergarap dan terabaikan selama ini bisa kita maksimalkan. Dan rupanya pertanian Wakatobi juga luar biasa,” tambahnya.
Haliana menyebutkan, berdasarkan data Dinas Pertanian, masih ada Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sekira 1.004,60 Ha di Wakatobi.
“Itu kita baru mulai disini. InshaAllah setelah ini berhasil, tahun depan mungkin disini akan kita kembangkan lagi. Harapan kita tentu saja dari bibit ini menghasilkan lagi bibit yang lebih banyak. Kita tahu bahwa bawang merah pasti punya pertumbuhan yang cepat dan besar. Satu biji bawang merah itu mungkin bisa menghasilkan lima atau 10 biji yang baru,” jelas Haliana .
Bila saat ini masih harus membeli bibit, kedepan harus bisa lebih mandiri untuk pengadaan bibit. Sehingga pengeluaran daerah untuk bibit sudah bisa diatasi, dari produk-produk yang disisihkan dari hasil panen petani untuk bibit.
“Ini yang kita gali terus supaya kemandirian petani, kesejahteraan petani. Dan inshaaAllah Wakatobi sentosa dapat kita wujudkan,” pungkasnya.
(Red)
Haliana Pantau Pengembangan Bawang Merah









Komentar