oleh

AWAS 3 Kecamatan Zona Merah Covid 19 di Baubau !

Kasamea.com BAUBAU

Tiga Kecamatan Wolio, Betoambari, dan Kokalukuna di Kota Baubau dilaporkan masih berstatus zona. Ini berdasarkan data yang dirilis oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Kota Baubau (Satgas Covid 19 Baubau), per Sabtu (26/12/20) Pukul 15.00 Wita.

Pasien positif di Wolio 21 orang – suspek 6 orang – kontak erat 38 orang – probable 0 – sembuh 0.

Pasien positif di Betoambari 16 orang – suspek 0 – kontak erat 18 orang – probable 0 – sembuh 0.

Pasien positif di Kokalukuna 10 orang – suspek 1 orang – kontak erat 7 orang – probable 0 – sembuh 0.

Sedangkan untuk 2 Kecamatan Murhum dan Batupoaro berstatus zona orange (resiko sedang).

Pasien positif di Murhum 7 orang – suspek 1 orang – kontak erat 1 orang – probable 0 – sembuh 0.

Pasien positif di Batupoaro 6 orang – suspek 1 orang – kontak erat 5 orang – probable 0 – sembuh 0.

Tiga Kecamatan lainnya Lea-lea, Bungi, Sorawolio zona kuning (resiko rendah).

Di Lea-lea pasien positif 2 orang – suspek 0 – kontak erat 6 orang – probable 0 – sembuh 0.

Di Bungi pasien positif 2 orang – suspek 4 – kontak erat 0 – probable 0 – sembuh 0.

Di Sorawolio pasien positif 1 orang – suspek 0 – kontak erat 0 – probable 0 – sembuh 0.

Di daerah berjuluk negeri Khalifatul Khamis ini tak ada Kecamatan berstatus zona kuning.

Pemerintah Kota Baubau bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), melalui Satgas Covid 19 terus berupaya menghimbau seluruh masyarakat agar senantiasa AWAS terhadap penyebaran wabah mematikan ini. Patuh menjalankan seluruh protokol kesehatan pencegahan covid 19.

3 M: Memakai Masker, Mencuci Tangan (dengan sabun diair mengalir), dan Menjaga Jarak (menghindari kerumunan).

Momentum perayaan Natal dan Tahun Baru pun menjadi perhatian khusus dalam memutus rantai sebaran covid 19.

Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin MH, selaku Ketua Sartgas Covid 19 Baubau, menekankan kepada seluruh masyarakat, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat fasilitas umum/tempat hiburan, dan tempat ibadah di wilayah Kota Baubau untuk mematuhi semua ketentuan terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan.

Hal ini guna melindungi diri sendiri dan orang lain, gerakan bersama memutus rantai penyebaran Covid 19.

Tak ada pesta perayaan natal dan tahun baru baik didalam maupun diluar ruangan, yang dapat memicu kerumunan/keramaian, yang berpotensi menciptakan cluster baru sebaran covid 19. Termasuk area publik, tak ada pesta kembang api/petasan, apalagi minuman keras.

“Satgas Covid 19, Sat Pol PP, TNI, POLRI, dan Instansi terkait lainnya diinstruksikan agar membentuk Tim Gabungan Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan. Ini untuk menegakkan aturan, dan menjaga masyarakat agar tertib dalam menerapkan Protokol Kesehatan,” tegas AS Tamrin ditemui belum lama ini di rumah jabatannya.

[RED]

Komentar

News Feed