Bottom Up, Golkar Baubau Pilih Ketua Baru

Muhlis – H Hasan Basri – Sarman Karim

Baubau

 

Sistem bottom-up dalam demokrasi adalah pola pengambilan keputusan, perumusan kebijakan, dan rekrutmen kepemimpinan yang berangkat dari aspirasi rakyat di tingkat bawah, lalu mengalir ke tingkat atas (Pimpinan partai politik). Sistem ini pula lah yang digunakan DPD Partai Golongan Karya Kota Baubau (Golkar Baubau) dalam memilih Ketua yang baru, periode kepengurusan 2026-2031, menggantikan kepemimpinan H Zahari.

Puncak pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI pemilihan Ketua Golkar Baubau dijadwalkan 25 Januari 2026. Tahapannya dimulai pada 23 Januari 2026, dengan agenda pendaftaran bakal calon ketua.

Ketua Panitia, H Hasan Basri, mengungkapkan, pemilihan yang digelar secara terbuka ini, para bakal calon ketua yang mendaftar, wajib memenuhi persyaratan.

Salahsatunya, minimal sudah menjadi anggota Partai Golkar selama lima tahun (Untuk kader). Sedangkan pendaftar diluar kader atau diluar anggota Partai Golkar atau dari kalangan umum, wajib telah mendapatkan diskresi dari DPP Partai Golkar, juga memenuhi persyaratan administrasi lainnya.

“Prioritas kader Golkar, karena kader sudah pernah teruji, utamanya dalam membesarkan partai, dan betul-betul bisa bermasyarakat. Kerja-kerja kepartaian dan pengabdiannya, nyata dirasakan dan memberikan manfaat untuk masyarakat luas,” ungkapnya, dalam konferensi pers didampingi Sekretaris Golkar Baubau, Sarman Karim, dan Bendahara Golkar Baubau, Muhlis.

Dengan begitu, menurut Hasan Basri, kader tersebut mumpuni membesarkan Golkar, diyakini memiliki kemampuan menghantarkan Golkar memenangkan pilcaleg maupun pilkada. Mempertahankan-meningkatkan kejayaan Golkar yang sudah dua periode sebagai pimpinan DPRD Kota Baubau, yang merupakan sebuah prestasi, juga bukti bahwa Golkar adalah partai yang terus dirindukan kiprahnya ditengah masyarakat.

Kata Hasan Basri, tiga kader: Ardin Jufri Ketua DPRD Baubau, H Rusdin Ketua Fraksi Partai Golkar, dan dirinya anggota Fraksi Partai Golkar, dipastikan mendaftar Calon Ketua Golkar Baubau.

“Instruksi dari DPP juga DPD Partai Golkar Sultra, Musda dilaksanakan secara demokratis. Ketua DPD Golkar Baubau Haji Zahari juga sudah beberapa kali melakukan pertemuan, guna menyukseskan Musda berjalan tanpa riak dan tetap dalam bingkai soliditas,” katanya.

Musda hingga terpilihnya Ketua dan kepengurusan Golkar Baubau yang baru, diharapkan dapat menjadi magnet bagi pemilih Golkar yang semakin bertambah kedepannya.

DPP Partai Golkar dan DPD Partai Golkar Sultra sudah menyerahkan sepenuhnya kepada DPD Partai Golkar Kota Baubau, untuk melaksanakan Musda VI sesuai tahapan-sesuai aturan partai.

Sarman Karim menjelaskan tentang Musda VI Golkar Baubau yang berpedoman pada AD/ART Partai Golkar, serta diatur melalui Petunjuk Pelaksanaan (Juklak). Pihaknya telah menyiapkan administrasi, verifikasi peserta, pencalonan, hingga teknis pemilihan.

Peserta yang memiliki hak suara, antara lain: Delapan Pimpinan Kecamatan (PK), organisasi sayap Golkar (AMPG, KPPG, AMPI, HWK, MDI, Satkar Ulama), juga organisasi pendiri/didirikan Golkar (SOKSI, Kosgoro 1957, MKGR). Setiap unsur memiliki satu suara sesuai ketentuan.

“Untuk pencalonan ketua DPD, ketentuannya bakal calon harus memenuhi syarat kaderisasi, loyalitas, dan administrasi. Proses seleksi dan verifikasi dilakukan oleh panitia Musda, serta pemilihan dapat dilakukan melalui aklamasi atau pemungutan suara. Dan penetapan hasil ketua terpilih ditetapkan dalam forum Musda,” urainya.

Sarman Karim memungkasi, Calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Baubau diwajibkan menandatangani Fakta Integritas, sebagai bentuk komitmen dalam membesarkan Partai Golkar di negeri Sara Patanguna.

Jadwal pengambilan formulir pendaftaran, Jumat 23 Januari 2026, dibuka mulai Pukul 08.00 Wita, dan dihari yang sama batas akhir pengembalian formulir pendaftaran,  Pukul 23.59 Wita, bertempat di kantor Sekretariat DPD Golkar Kota Baubau.

 

(Redaksi)

Komentar