Catat Tanggalnya: Festival UMKM Baubau Target Lebih Rp1 Miliar, Pasar Murah Tekan Inflasi
Baubau
Pemerintah Kota Baubau mengoptimalkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Baubau tahun ini untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui Festival UMKM dan Pasar Murah di kawasan Kotamara. Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Baubau menargetkan peningkatan perputaran ekonomi dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp1 miliar.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Baubau, Suarmawati, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memperluas ruang usaha pelaku UMKM, sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Harapan kami tahun ini ada peningkatan signifikan karena kita buat lebih meriah daripada tahun-tahun yang lalu,” kata Suarmawati.
Menurut dia, kegiatan dipusatkan di kawasan Kotamara agar interaksi ekonomi masyarakat, pedagang, dan pengunjung dapat berlangsung dalam satu kawasan selama perayaan HUT Kota Baubau.
160 UMKM Antusias Ikuti Festival
Animo pelaku UMKM untuk mengikuti festival tahun ini terbilang tinggi. Suarmawati menyebut sekitar 160 pelaku usaha telah mendaftarkan diri untuk berpartisipasi.
Pendaftaran yang semula dibuka selama tiga hari bahkan harus ditutup lebih awal karena kuota lapak yang tersedia telah terpenuhi pada hari kedua.
“Untuk pendaftaran kami memberikan waktu tiga hari, tetapi di hari kedua itu sudah penuh sehingga kita sudah tutup,” ujarnya.
Panitia menyiapkan 40 lapak untuk mendukung kegiatan tersebut. Dengan jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 160 UMKM, penyelenggara berupaya mengakomodasi para pelaku usaha melalui pengaturan penggunaan lapak agar kesempatan berpartisipasi dapat diperluas.
Beragam usaha, terutama kuliner, juga kriya, menjadi bagian dari kegiatan yang diharapkan mampu meningkatkan transaksi, sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat.

Penataan Pedagang Kuliner di Kotamara
Selain menggelar festival, Pemerintah Kota Baubau juga melakukan penataan kawasan perdagangan di Kotamara. Langkah ini diarahkan untuk memusatkan aktivitas pedagang kuliner dalam kawasan yang lebih tertib dan terorganisasi.
Suarmawati menjelaskan, pemerintah menyiapkan fasilitas bagi pedagang yang telah beraktivitas di kawasan tersebut. Pedagang yang sebelumnya berjualan di depan lapangan basket, juga direncanakan untuk direlokasi ke lokasi yang telah disiapkan.
Sementara itu, pedagang kaki lima di area lain akan ditata di sekitar rumah susun, sesuai dengan rencana pemerintah.
“Kami menata bagaimana UMKM di sini kita pusatkan semua, khususnya untuk kuliner. Sehingga harapan kita semua itu tertata dengan baik,” kata Suarmawati.
Ia mengingatkan, para pedagang agar menjaga fasilitas yang telah disediakan pemerintah. Pedagang juga diminta tidak memperluas tempat berjualan melampaui lahan yang telah ditentukan, serta menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan.
Penataan tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki estetika kawasan Kotamara, tetapi juga menciptakan lingkungan usaha yang nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
Pasar Murah Berlangsung 13–17 Oktober
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan pasar murah pada 13–17 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus menjaga stabilitas harga.
Menurut Suarmawati, pasar murah akan menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga bersubsidi. Pemerintah juga menyiapkan minyak tanah untuk masyarakat yang membutuhkan, melalui dukungan kuota dari Pertamina.
“Harapan kami, persoalan kebutuhan masyarakat, dengan adanya pasar murah yang bersubsidi ini, dapat teratasi. Yang paling penting adalah inflasi itu dapat terkendalikan,” ujarnya.
Pasar murah diharapkan menjadi penopang daya beli masyarakat, di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan. Pelaksanaannya juga melengkapi Festival UMKM, yang berorientasi pada peningkatan aktivitas perdagangan dan pendapatan pelaku usaha.
Festival Dimulai 12 Oktober Malam
Suarmawati menjelaskan, Festival UMKM dijadwalkan berlangsung mulai malam 12 Oktober hingga 17 Oktober 2026. Sementara itu, pasar murah digelar pada 13–17 Oktober.
Selain aktivitas perdagangan, sejumlah perlombaan juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan. Kegiatan tersebut diharapkan menambah daya tarik kawasan Kotamara, dan mendorong lebih banyak masyarakat datang berkunjung.
Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, perputaran ekonomi selama festival kuliner yang berlangsung enam hari enam malam tercatat sekitar Rp1 miliar. Tahun ini, pemerintah berharap nilai transaksi meningkat, seiring dengan penyelenggaraan kegiatan yang lebih meriah dan bertambahnya aktivitas pendukung.
Meski demikian, angka perputaran ekonomi tahun ini masih berupa harapan atau proyeksi, bukan hasil transaksi yang telah terealisasi.
Suarmawati mengajak masyarakat memanfaatkan rangkaian kegiatan yang disiapkan pemerintah dalam momentum HUT Kota Baubau.
Melalui Festival UMKM, penataan pedagang, dan pasar murah, pemerintah berharap perayaan hari jadi kota tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat.









Komentar