oleh

Dinkes Baubau Maksimalkan Layanan Rapid Tes Gratis

Kasamea.com BAUBAU

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau memaksimalkan pelayanan rapid tes gratis bagi warga Kota Baubau. Tak hanya di Puskesmas yang ada, layanan rapid tes juga diberikan melalui kantor Bidang Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Baubau.

Dinkes Baubau memanfaatkan stok alat rapid tes yang ada, yang pengadaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Baubau tahun 2020, juga bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Saat ini masih tersisa sekitar 2000 alat rapid tes.

“Pemerintah dengan biaya APBD hadir untuk warga tetap tidak memungut biaya untuk rapid tes. Hanya saja pengadaannya tidak dalam jumlah yang sangat besar, yang lalu masih ada bantuan Provinsi, jadi digabung, sehingga bisa lakukan rapid tes massal,” kata Kepala Dinkes Baubau, Dr Wahyu.

Stok alat rapid tes akan digunakan untuk pelayanan hingga akhir Desember 2020.

Wahyu mengatakan, pada dasarnya pemerintah kota ingin melayani seluruh warga, hanya karena jumlah alat rapid tes tidak memadai untuk seluruh warga. Sehingga pihaknya terpaksa membuat skala prioritas.

Sebagaimana surat edaran Kementerian lanjut Wahyu, pelayanan diprioritaskan bagi orang yang harus bepergian karena salah  seorang keluarga inti (istri atau suami atau bapak atau mama atau anak) meninggal dunia atau sakit keras.

Kemudian orang bepergian, seperti PNS yang mendapat tugas dari Daerah, anggota TNI/Polri, Mahasiswa yang menempuh Pendidikan diluar daerah, seperti pulau Jawa, Makassar, Kalimantan, atau Sumatera. Menjadi prioritas yang dilayani, tanpa pungutan biaya.

“Warga Kota Baubau tetap dilayani selama stok alat rapid tes masih ada. Hanya saja kita atur agar stok sampai 31 Desember 2020, dengan asumsi ini pengadaan alat rapid yang terakhir. Kecuali nanti ada anggaran baru lagi,” tambahnya.

Menurut wahyu, pihaknya memberikan pelayanan rapid tes kepada warga /penduduk Kota Baubau, yang KTP Kota Baubau. Untuk warga daerah lain, Wahyu menganjurkan agar melakukan rapid tes di daerahnya, sebab pemerintah daerahnya juga mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alat rapid tes yang sama.

“Jadi warga kabupaten A lakukanlah rapid tes di daerahnya, begitu juga kabupaten B dan seterusnya,” ucapnya.

Di Puskesmas, Dinkes Baubau menyiapkan sekitar 150 – 200 alat rapid tes.

“Saya menghimbau kepada warga yang akan berangkat, misalnya di Puskesmas stok alat sudah terbatas, dan tidak bisa dilayani, datanglah ke kantor Dinas Kesehatan, kita usahakan dilayani,” kata Wahyu.

[RED]

Komentar

News Feed