oleh

Disebut Jadikan Covid-19 Panggung Politik, Roni Muhtar: Itu Fitnah

kasamea.com BAU-BAU

“Berdosalah saya bila situasi kemanusiaan ini jadi panggung politik,” tegas Roni Muhtar.

Sekretaris Daerah Kota Baubau yang juga menjabat Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Gugas Covid-19) Kota Baubau, Dr Roni Muhtar MPd menanggapi bijak berbagai fitnah yang diarahkan kepada dirinya. Khususnya tentang fitnah yang menyebut dirinya memanfaatkan covid-19 sebagai ajang pencitraan, panggung politik menuju pemilihan kepala daerah (Pilkada) pemilihan Wali Kota Baubau kedepan.

Sejak dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Daerah Kota Baubau, berlanjut kini arus isu miring cenderung mengarah pada fitnah semakin deras menerpa selama Roni Muhtar menjalankan tugas sebagai Sekretaris Gugas Covid-19 Kota Baubau.

Menurut mantan Kepala Bappeda Kota Baubau ini, kritik pada dasarnya baik untuk perbaikan kinerja pada segmen apapun. Bila kritik dipandang sebagai sebuah nutrisi, maka itu sangat baik. Sama pula dengan penanganan covid-19 di Kota Baubau, tentu banyak hal yang masih butuh perbaikan, perlu dirapikan.

Kata Roni Muhtar, itu sebabnya, kritik publik di media-media sosial perlu pula dengan baik. Sebab itu cara publik menyampaikan gagasan-gagasannya.

“Secara pribadi saya tidak alergi dengan hal-hal yang bersifat kritis dan konstruktif, sebab tujuannya untuk kemaslahatan bersama,” ungkap Roni Muhtar.

Mantan Kepala BKDD Kota Baubau ini, mendalami apa-apa yang termediasi di media sosial, dirinya mengelompokkan kritik dan saran itu menjadi dua kelompok besar.

Kelompok yang menyampaikan saran dan kritik yang memang bertujuan untuk perbaikan dan tanggung jawab bersama karena berkaitan dengan keselamatan banyak orang, khususnya penanganan Covid-19. Ini yang harus direspon dengan baik.

Beda halnya, kata dia, bila kritik namun mengarah kepada hal-hal privacy, niatnya sekedar menjatuhkan karakter pribadi. Ia lebih memilih diam, tak perlu menanggapi. Baginya, tugas lebih penting dari pada memikirkan kritik yang mengarah pada hal-hal privacy, yang tidak substantif, tidak konstruktif untuk perbahan ke arah yang lebih baik.

Dalam konsistensi, profesionalitas, kesungguhan, serta ketulusan bekerja menangani bencana non alam covid-19 ini, ada saja pihak menganggapnya memanfaatkan situasi covid-19 sebagai panggung politik. Roni Muhtar bahkan dinilai mendominasi semua ruang, bidang.

“Saya secara tegas mengatakan bahwa berdosalah saya, bila situasi kemanusiaan ini saya jadikan sebagai panggung politik pribadi saya. Itu tidak benar. Harusnya kita bersama-sama, berpikir bersama, bertindak bersama atas nama kemanusiaan, menangani penyebaran covid-19 ini. Bukan hal lain,”.

“Namun bila ada persepsi lain seperti itu, tentu saya tidak bisa meyakinkan semua orang, bila saya secara pribadi tidak seperti itu. Bila saya dianggap dominan, ada di semua ruang – itu juga karena posisi dan tanggung jawab pekerjaan,” Roni Muhtar menjelaskan, dalam wawancara di kantor Sekretariat Gugas Covid-19 Kota Baubau, Jalan Dayanu Ikhsanuddin (jalur Bandara Betoambari, eks kantor Wali Kota Baubau/kantor Dinas Pendapatan).

Lebih lanjut Ketua Kwarcab Pramuka Kota Baubau ini menjelaskan, jabatannya Sekretaris Daerah ex officio sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau. Secara nomenklaturnya, Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Gugas Covid-19), yang berkedudukan di BPBD.

Ditambah lagi, tugas-tugas Gugas Covid-19 dibantu oleh tenaga Sekretariat. Posisi Roni Muhtar adalah sebagai Pengarah Sekretariat.

Dalam hal kebijakan Pemerintah Kota Baubau berkait Covid-19, Roni Muhtar diamanahkan oleh Wali Kota Baubau, Dr H AS Tamrin MH, untuk berbicara ke publik. Itu pun kata Roni Muhtar, sebelum berbicara ke publik, maka terlebih dahulu dikoordinasikan dengan Wali Kota.

Sementara untuk teknis medis dipercayakan ke dr Lukman SpPD.

“Dengan posisi seperti itu, tentu saya tak boleh bersikap pasif. Harus aktif, agar kawan-kawan di gugus tugas dan sekretariatnya tetap bersemangat bekerja. Tidak lebih dari itu,” ungkap Roni Muhtar.

Belakangan, ada pula pihak yang menyebarluaskan foto karung beras bantuan Kwarcab Pramuka Kota Baubau, yang terpampang stiker gambar seorang Roni Muhtar. Lagi-lagi, Roni Muhtar dianggap memanfaatkan momentum.

“Itu juga (stiker gambar dirinya pada karung beras), kebetulan saya adalah Ketua Kwarcab Pramuka Kota Baubau. Sebagai pimpinan di organisasi itu, saya mendorong pengurus dan adik-adik Pramuka untuk mengambil peran untuk berbagai empati terhadap warga yang terdampak Covid-19. Alhamdulillah mereka berdonasi sendiri, sehingga ada yang bisa dibagikan ke warga, berupa beras dan sebagainya,”.

Berkait stiker tersebut, Roni Muhtar memastikan, dirinya tak pernah menghimbau, mengarahkan, menyinggung, apalagi menginstruksikan memasang stiker tersebut. Menurutnya, semua itu berjalan normatif. Adalah pengurus dan dewan kerja Kwarcab Pramuka Kota Baubau sendiri yang berinisiasi memasang stiker pada karung beras, sebagai bentuk kecintaan pada organisasi, dan kepengurusan saat ini,” jelasnya, memastikan.

Roni Muhtar kembali memastikan, menegaskan, bahwa tak etis dan tak elok membahas politik dalam situasi bencana atau musibah seperti saat ini.

“Kita jauhkan dulu hal itu, dan satukan niat kita dulu untuk kesehatan dan kemaslahatan masyarakat. Kalau ada yang menyebut saya itu secara terbuka dan mengarah ke pribadi saya, bahwa saya memanfaakan ruang kemanusiaan itu, maka itu berarti mengarah ke fitnah pribadi,” tegasnya.

Meskipun dirinya didera fitnah, namun Roni Muhtar tak berniat melaporkan hal tersebut ke penegak hukum.

“Duh, saya belum punya energi tambahan untuk berproses hukum. Saya hanya mengajak, mari sama-sama mencegah covid-19 ini. Ini tugas mulia bila sama-sama mendermakan diri di situasi ini. Ambil peran, apalagi ini bulan suci Ramadhan, baiknya bekerja ikhlas, tulus agar semuanya bernilai ibadah,” bijaknya.

Roni Muhtar menambahkan, masih banyak pekerjaan, masih banyak yang harus dibenahi, khususnya terkait penanganan covid-19. Ia mengajak, bila ada pihak yang hendak mendiskusikan penanganan covid-19, hendak memberi saran, membangun auto kritik, agar kiranya dapat menyempatkan langsung menyampaikannya di kantor Sekretariat Gugas Covid-19.

“Disini (Sekretariat Gugas Covid-19) ruang besarnya. Saya yakin tujuan kita sama, demi kemaslahatan bersama. Terima kasih,” pungkas Roni Muhtar, yang juga menjabat sebagai Ketua Kosgoro Sultra, yang merupakan Akademisi / Dosen senior Universitas Haluoleo.

[RED]

Komentar

News Feed