oleh

Gugas Covid-19 Baubau Rapid Test eks Penumpang KM Mega Abadi, Hasilnya Non Reaktif

kasamea.com BAU-BAU

Non stop sejak Jumat 1 Mei 2020 siang sampai Sabtu 2 Mei 2020 subuh, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Gugas Covid-19) Kota Baubau berkonsentrasi penuh menangani para penumpang KM Mega Abadi, mulai dari koordinasi dengan Kantor UPP Murhum, koordinasi lintas Gugas Covid-19 beberapa daerah, memfasilitasi penjemputan, hingga pemeriksaan kondisi kesehatan melalui Rapid Test. Alhasil, hasil Rapid Test 26 penumpang menunjukkan Non Reaktif.

Sebelumnya, 26 penumpang dijemput langsung di Pasarwajo Kabupaten Buton, oleh Gugas Covid-19, koordinasi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau, La Ode Muslimin Hibali, dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Baubau, H La Ode Idrus Taufik Saidi, dengan menurunkan masing-masing personilnya. Penjemputan ini tanpa pembedaan dari mana asal para penumpang.

Pemeriksaan Rapid Test disaksikan langsung Sekretaris Daerah Kota Baubau, selaku Sekretaris, selaku Juru Bicara Gugas Covid-19 Kota Baubau, Dr Roni Muhtar MPd, bersama Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Baubau, Acep S Sulfan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, Wahyu.

Penumpang KM Mega Abadi yang dijemput dan menjalani Rapid Test: 1 warga Kota Baubau, 22 warga Buton Selatan, 1 warga
Buton Tengah, 2 warga Muna. Suhu tubuh para penumpang ini normal.

Setelah menjalani Rapid Test, 22 penumpang, warga Buton Selatan diserahkan Sekretaris Daerah Kota Baubau, kepada Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, Pukul 04.30 dinihari.

1 penumpang, warga Kota Baubau, dijemput langsung pihak keluarga, Pukul 05.00 Wita. Sedangkan 3 penumpang, warga darerah lainnya diantar langsung Kepala Pelaksana BPBD Kota Baubau untuk menyeberang ke kampung halaman masing-masing, menumpang Kapal Ferry.

(Sumber: Gugas Covid-19 / Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau)

Kasamea.com menghimpun,

Dari titik penjemputan, Gugas Covid-19 Kota Baubau tiba di Sekretariat sekira Pukul 02.00 Wita dini hari, dan langsung dilakukan Rapid Test oleh lima tim medis dipimpin dr Lukman.

Usai Rapid Test para eks penumpang KM Mega Abadi ini diberi surat keterangan hasil pemeriksaan.

Terkonfirmasi, bahwa KM Mega Abadi sebelumnya tidak diperbolehkan bersandar di Kota Baubau dan Kabupaten Buton Selatan, dikarenakan Peraturan Menteri Perhubungan No 25 Tahun 2020 dan himbauan Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Namun akhirnya bersandar di Pasarwajo, Kabupaten Buton.

Dilakukan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan Covid-19 pada seluruh penumpang, termasuk diberi pengarahan, agar menjalani karantina mandiri, tetap tinggal dalam rumah masing-masing, menggunakan masker, dan pisah kamar dari penghuni lain.

Terkonfirmasi pula, bahwa rute pelayaran KM Mega Abadi: Obi – Sanana – Bobong – Banggai – Baubau. KM Mega Abadi adalah kapal perintis yang pangkalannya berada di Kendari.

[RED]

Komentar

News Feed