Marfiah Tahara SKM
Kasamea.com
Kondisi MAS (35) seorang guru SDN di Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), membaik. Besok, Senin (31/5) MAS sudah dibolehkan pulang oleh pihak RS Siloam. Sebelumnya, MAS dikabarkan pingsan usai disuntik vaksin sinovac dalam program vaksinasi yang dilaksanakan Dinas Dikbud Baubau.
“Sudah membaik, informasi yang kami dapatkan, besok sudah bisa keluar dari rumah sakit,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Baubau, Marfiah Tahara.
Marfiah memastikan, MAS dirawat (observasi) sesuai standar operasional prosedur (SOP), baik saat dirawat di RSUD Baubau, maupun di RS Siloam. Sebelumnya MAS sempat menjalani perawatan satu malam di RSUD Baubau, dan keesokan paginya (Jumat, 28/5) sudah dibolehkan pulang, karena kondisinya sehat. Namun kemudian pada sore hari yang sama, MAS kembali dirawat, di RS Siloam.
“Saat ini sudah sehat. Tetap pemeriksaan yang sama, dalam batas normal, cuma karena kepanikannya, kecemasannya, tangan keram, sakit kepala, dan sesak napas. Secara medis masih dalam kondisi normal,” jelas Marfiah, dikonfirmasi, Minggu (30/5).
Tindakan medis yang dilakukan terhadap pasien MAS, lanjut Marfiah, tetap sama dirawat sesuai SOP, baik di RSUD Baubau maupun di RS Siloam.
Marfiah mengakui, diantara guru sempat mengalami ketakutan atas kejadian yang dialami MAS. Oleh karena itu pihaknya segera mengklarifikasi, memastikan vaksinasi aman dijalani, dengan tahapan sesuai SOP.
“Selama ini aman-aman saja. Untuk kasus terjadi meninggal dunia, sudah dalam pemeriksaan KIPI, kita tunggu hasilnya. Tetap kita pantau,” pungkasnya.
Kabar pingsannya MAS sempat heboh dan membuat cemas sebagian warga, utamanya rekan seprofesinya sebagai tenaga pendidik. Namun kabar tersebut sudah terklarifikasi, kondisi MAS tidak terkait efek langsung vaksin yang disuntikan ke tubuhnya, melainkan karena MAS mengalami kepanikan, kecemasan saat menjalani vaksinasi. Dan saat ini MAS dalam keadaan baik.
[Red]










Komentar