oleh

Seminggu Sebelum Lebaran Penyaluran Bantuan Dampak Covid-19 di Baubau

kasamea.com BAU-BAU

Bantuan bagi masyarakat yang rentan terdampak corona virus disease (covid-19) berupa kebutuhan pokok dan berupa uang tunai (BLT/bantuan langsung tunai), yang anggarannya bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), diperkirakan akan disalurkan seminggu sebelum hari raya Idul Fitri 1441 H Tahun 2020 M.

Setelah adanya kuota KPM yang akan menerima bantuan, yang anggarannya bersumber dari APBD Sultra, baru kemudian nantinya Dinas Sosial Kota Baubau mengakomodir berapa sisa KPM yang akan diberikan bantuan dengan anggaran yang bersumber dari APBD kota Baubau.

Disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Baubau, Abdul Rajab, melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Hasruddin, saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu (13/5/20), belum diketahui pasti berapa kuota keluarga penerima manfaat (KPM) yang diberikan bantuan oleh Pemerintah Provinsi (sumber APBD Sultra). Pihaknya juga belum mengkonfirmasi besaran nilai bantuan yang akan diberikan.

Namun begitu, Hasruddin memastikan transparansi data KPM dimasing-masing Kelurahan. Agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas, berapa jumlah, dan nama KPM yang nantinya akan menerima bantuan tersebut.

Hasruddin juga mengungkapkan, Dinas Sosial Provinsi akan turun langsung dalam penyaluran bantuan tersebut, dan Dinas Sosial Kota Baubau tetap memback up, mengawal dan terus berkoordinasi agar penyaluran dapat berjalan lancar, meminimalisir segala kendala teknis.

Terkait data KPM, Hasruddin menambahkan, pihaknya sudah mengirimkannya kepada Dinas Sosial Provinsi, setelah mengakomodir dua kali pendataan yang dilakukan pemerintah Kelurahan se Kota Baubau.

“InsyaAllah berjalan lancar, tanpa kendala yang berarti, seminggu sebelum lebaran (penyaluran bantuan, red),” ucapnya.

Pemberitaan kasamea.com sebelumnya, Pemerintah Kota Bau-Bau melalui koordinasi Dinas Sosial, telah mengirimkan data 19.667 KK rentan terdampak Covid-19, kepada Dinas Sosial Sultra. Data yang dikirim ini adalah akumulasi hasil dua kali pendataan yang dilakukan 43 Lurah se Kota Bau-Bau, di wilayah masing-masing.

Ini dilakukan sesuai Surat Gubernur Sultra, perihal permintaan data masyarakat rentan yang terdampak covid-19, Nomor 443/1525.

Dalam surat yang ditandatangani H Ali Mazi SH tanggal 6 April 2020 tersebut, tertuang: Sehubungan dengan persebaran covid-19 yang semakin meluas, dan telah dirasakan dampaknya oleh masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Dalam upaya meminimalisir dan menangani masyarakat rentan tersebut, maka kami meminta kepada saudara untuk memberikan data maayarakat rentan yang terdampak akibat wabah covid-19, diluar data penerima Bansos program BPNT Sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), Program Lanjut Usia, Program Disabilitas, dan Program Anak Terlantar (format terlampir).

Data hasil pendataan yang dilakukan ditingkat Kelurahan, merespon surat Gubernur Sultra diatas.

Data awal yang terkirim sebanyak 12.996 KPM. Selanjutnya waktu pendataan ditambah, sebab batas waktu pendataan sebelumnya, terlalu kasif. Sehingga, dilakukan pendataan yang kedua pada tanggal 14 – 16 April 2020, dengan hasil, tambahan 6.771 KK.

“Sehingga data awal ditambah dengan pendataan kedua, berjumlah total 19.667 KK. Data ini sudah terkirim, dan Dinas Sosial Kota Baubau saat ini masih menunggu Dinas Sosial Sultra, dalam menentukan, berapa KK yang akan diberikan bantuan. Setelah mereka melakukan verifikasi,” penjelasan Kepala Dinas Sosial Kota Baubau, Abdul Rajab.

[RED]

Komentar

News Feed