Investor Belanda Lirik Baubau, Hilirisasi Jambu Mete Menguat

Investor Belanda Lirik Baubau, Hilirisasi Jambu Mete Menguat

Baubau

Pemerintah Kota Baubau menyatakan kesiapan mendukung rencana investasi perusahaan perdagangan global asal Rotterdam, Belanda, Cornhouse B.V, yang tengah menjajaki peluang pembangunan industri pengolahan jambu mete di Kota Baubau. Kehadiran calon investor tersebut dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan, memperpendek rantai distribusi, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani di kawasan Kepulauan Buton.

Rombongan investor diterima langsung Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, SE, didampingi Wakil Wali Kota Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc, di kantor Wali Kota Baubau, Rabu (2/9/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri utusan kantor Kepresidenan, jajaran Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Meskipun rencana investasi masih dalam tahap penjajakan, namun pemerintah menyambut positif ketertarikan Cornhouse B.V yang melakukan survei lapangan di wilayah Muna, Muna Barat, Baubau, dan sejumlah daerah penghasil jambu mete di Sulawesi Tenggara. Pengalaman perusahaan tersebut dalam membangun industri pengolahan mete di berbagai negara, termasuk di Pantai Gading, Afrika, diharapkan mampu menghadirkan standar baru bagi pengembangan industri jambu mete di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi mete nasional.

Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu menjelaskan, kehadiran calon investor membawa harapan besar bagi keberlanjutan sektor perkebunan jambu mete.

Selama ini, kata dia, petani menghadapi keterbatasan karena hasil panen merupakan komoditas yang tidak dapat disimpan dalam waktu lama. Kehadiran industri pengolahan di daerah diyakini akan menciptakan kepastian pasar, sehingga petani memiliki jaminan penyerapan hasil produksi dengan harga yang lebih kompetitif.

“Kalau pabrik hadir di Baubau, petani tidak lagi bergantung pada rantai distribusi yang panjang. Hasil panen dapat langsung diserap industri, sehingga harga yang diterima petani berpotensi lebih baik,” ujarnya.

Hamsinah menilai, pembangunan pabrik pengolahan akan memangkas rantai perdagangan yang selama ini cukup panjang. Selama ini, sebagian hasil jambu mete harus dikirim ke Surabaya bahkan melalui negara lain sebelum memasuki pasar internasional. Kondisi tersebut menyebabkan biaya distribusi meningkat dan mengurangi keuntungan yang diterima petani sebagai pelaku utama produksi.

Melalui pembangunan industri pengolahan di Baubau, rantai pasok diharapkan menjadi lebih efisien, sehingga nilai ekonomi yang selama ini hilang, dapat dinikmati langsung oleh petani maupun pelaku usaha lokal.

Pemkot Tawarkan Insentif Investasi

Untuk menarik minat investor, Pemerintah Kota Baubau telah menyiapkan berbagai kemudahan investasi, baik berupa insentif fiskal maupun nonfiskal. Selain itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) telah menyiapkan dokumen promosi investasi atau Investment Project Ready to Offer (IPRO), yang memuat potensi investasi dari sektor hulu hingga hilir.

Dokumen tersebut sebelumnya telah disiapkan untuk berbagai komoditas unggulan, termasuk rumput laut, dan kini mulai dikembangkan untuk sektor jambu mete sebagai salah satu peluang investasi baru di Baubau. Pemerintah kota juga memaparkan bahwa Baubau memiliki keunggulan sebagai pusat distribusi hasil perkebunan dari wilayah hinterland Kepulauan Buton.

Selain menjadi titik pengumpulan produksi jambu mete dari berbagai daerah sekitar, Baubau juga didukung keberadaan pelabuhan yang telah memiliki kemampuan melayani ekspor langsung, sehingga dinilai mampu meningkatkan efisiensi logistik bagi investor. Di sisi lain, pemerintah kota juga telah menyiapkan kawasan yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pergudangan maupun pembangunan fasilitas industri pengolahan.

Pasar Eropa Jadi Peluang Besar

Dalam pemaparannya, pihak investor menyampaikan bahwa permintaan jambu mete di kawasan Eropa terus meningkat. Di sejumlah negara Eropa, termasuk Belanda, mete menjadi salah satu makanan ringan yang dikonsumsi secara luas karena memiliki kandungan gizi tinggi.

Tingginya kebutuhan pasar internasional tersebut menjadi salah satu alasan Cornhouse B.V menjajaki peluang investasi di Indonesia, mengingat Indonesia merupakan salah satu produsen jambu mete terbesar di dunia, sementara Sulawesi Tenggara menjadi salah satu sentra produksi utama.

Menunggu Hasil Studi Kelayakan

Usai pemaparan potensi investasi, Pemerintah Kota Baubau kini menunggu hasil studi kelayakan yang akan dilakukan investor, untuk menentukan lokasi terbaik pengadaan bahan baku sekaligus pembangunan pabrik pengolahan.

Apabila proses penjajakan berlanjut ke tahap realisasi, investasi tersebut diproyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat sektor UMKM, meningkatkan daya saing industri pengolahan hasil perkebunan, serta menghadirkan nilai tambah bagi petani melalui sistem perdagangan yang lebih adil (fair trade). Pemerintah kota berharap investasi ini menjadi titik awal lahirnya ekosistem hilirisasi jambu mete yang berkelanjutan, dan menjadikan Baubau sebagai salah satu pusat industri pengolahan mete di kawasan timur Indonesia.

Komentar