Dinas Dikpora Baubau Gelar Lomba Memasak Kuliner Tradisional, Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal
Baubau
Pekan Kreativitas Pemuda Indonesia atau Kreativesia di Kota Baubau mendorong generasi muda menghidupkan kembali warisan kuliner Nusantara melalui tema “Food Lab: Resep Tradisional Lama, Cita Rasa Baru.” Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Baubau, menjadi wadah inovasi bagi para pemuda untuk mengolah pangan lokal menjadi produk modern yang memiliki nilai tambah dan daya saing nasional.
Sekretaris Daerah, La Ode Darussalam menilai Kreativesia tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, namun juga langkah nyata dalam mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, serta membangun jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Darussalam menegaskan, tema yang diangkat sangat relevan dengan visi pembangunan daerah. Menurutnya, Baubau memiliki kekayaan kuliner tradisional dan aneka pangan lokal yang menyimpan nilai sejarah, filosofi, serta identitas budaya yang harus terus dijaga.
“Kreativesia ini menjadi tantangan bagi para pemuda untuk merekonstruksi kuliner tradisional. Jaga keaslian nilai dan filosofi resep lama, namun kemas dengan teknik modern, kombinasi rasa yang inovatif, serta penyajian berkelas dunia agar mampu menarik minat generasi global,” ungkapnya, usai membuka lomba, di SMKN 3 Baubau, Sabtu 15 Agustus 2026.

Melalui konsep Food Lab, para peserta ditantang tidak hanya menghasilkan hidangan yang lezat, tetapi juga menciptakan produk kuliner yang memiliki nilai ekonomi, berdaya saing, dan berpeluang menembus pasar nasional maupun internasional.
Darussalam menyebut sektor kuliner merupakan salah satu pilar terbesar dalam industri ekonomi kreatif. Karena itu, ia berharap Kreativesia menjadi inkubator bisnis yang melahirkan wirausahawan muda baru, menciptakan lapangan kerja, sekaligus menggerakkan perekonomian daerah melalui produk lokal.
“Jangan biarkan Kreativesia berhenti sebagai kompetisi musiman. Jadikan ajang ini sebagai awal lahirnya pengusaha muda yang mampu mengangkat produk lokal Baubau menjadi kebanggaan nasional,” semangatnya.

Kepada seluruh peserta, Darussalam mengajak untuk berani bereksperimen, berinovasi, dan menunjukkan kreativitas dalam meramu ide. Menurutnya, juara sesungguhnya adalah mereka yang mampu menghasilkan karya yang memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat.
Darussalam juga mengingatkan dewan juri agar melakukan penilaian secara objektif, jujur, dan berorientasi pada potensi inovasi serta keberlanjutan komersial produk. Ia pun mengucapkan selamat berlomba kepada seluruh peserta, seraya mengajak semua pihak menjunjung tinggi sportivitas demi melahirkan inovasi kuliner yang mengharumkan nama Baubau dan Indonesia.









Komentar