Kagumi Benteng Keraton Buton, Menteri Fadli Zon Dorong Pelestarian
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat pelestarian dan pengembangan Benteng Keraton Buton di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, sebagai salah satu warisan budaya nasional yang memiliki nilai sejarah tinggi. Komitmen tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan benteng yang menjadi ikon peradaban Kesultanan Buton, Minggu 12 Juli 2026.
Benteng Terbesar Karya Masyarakat Nusantara
Dalam kunjungannya, Fadli Zon mengungkapkan kekagumannya terhadap Benteng Keraton Buton yang memiliki panjang sekitar 2.750 meter, dibangun menggunakan batu karang dan batu kapur oleh masyarakat Buton pada masa Kesultanan Buton, bukan oleh bangsa kolonial.
“Benteng ini memiliki panjang sekitar 2.750 meter atau 2,75 kilometer. Benteng ini bukan dibuat oleh Belanda ataupun Portugis, melainkan oleh masyarakat Buton pada masa kesultanan, menggunakan batu karang dan batu kapur yang tersedia di kawasan ini. Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang dan 16 bastion. Ini merupakan benteng yang luar biasa dan bisa dikatakan sebagai benteng terbesar yang dibangun oleh masyarakat Nusantara, karena belum ada pembandingnya,” ujar Fadli Zon.

Fadli Zon menjelaskan, Benteng Keraton Buton bukan hanya bangunan pertahanan, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah Kesultanan Buton. Sebelum meninjau benteng, rombongan Menteri Kebudayaan berziarah ke makam Sultan Murhum, sultan pertama yang membawa Kesultanan Buton memeluk agama Islam.
“Kami telah berziarah ke makam Sultan Murhum, sultan pertama yang memeluk Islam dan mengubah kerajaan menjadi kesultanan. Benteng ini menjadi saksi perjalanan sejarah yang sangat penting, sekaligus warisan budaya yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia,” katanya.
Menurut Fadli Zon, Benteng Keraton Buton telah berstatus sebagai cagar budaya nasional. Pemerintah juga membuka peluang agar situs-situs bersejarah lain, termasuk makam Sultan Murhum dan makam Pahlawan Nasional Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau Oputa Yi Koo, dapat memperoleh status serupa.
“Ke depan kami berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan bersama pemerintah provinsi dan Pemerintah Kota Baubau, dapat bekerja sama dalam perlindungan, konservasi, perawatan, pengembangan, hingga pemanfaatan warisan budaya ini sebagai bagian dari kemajuan kebudayaan nasional,” ujarnya.
Fadli Zon menilai kekayaan sejarah Buton menjadi modal besar untuk menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain memiliki benteng bersejarah, Baubau juga menawarkan kekayaan budaya, panorama alam, serta kuliner khas yang saling melengkapi sebagai destinasi wisata.
“Ini merupakan aset budaya yang luar biasa. Mudah-mudahan semakin banyak masyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri, datang ke Buton untuk menikmati sejarah, budaya, keindahan alam, hingga kuliner yang dimiliki daerah ini,” tuturnya.

Pemkot Baubau Sambut Dukungan Pemerintah Pusat
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Baubau, Idrus Taufik Saidi, menyampaikan bahwa kunjungan Menteri Kebudayaan menjadi momentum penting bagi penguatan pelestarian budaya Buton, sekaligus bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap sejarah panjang Kesultanan Buton.
“Kehadiran Bapak Menteri menunjukkan bahwa beliau memiliki perhatian besar terhadap sejarah dan kebudayaan Buton. Beliau telah mempelajari berbagai referensi mengenai hikayat Buton, benteng, dan perjalanan sejarahnya sebelum datang langsung ke Baubau,” kata Idrus.
Dalam dialog bersama Menteri Kebudayaan, Pemerintah Kota Baubau juga menyampaikan sejumlah kebutuhan pengembangan kawasan budaya, di antaranya pembangunan Tourist Information Center, pusat informasi kebudayaan, penguatan regulasi, serta dukungan infrastruktur yang dapat menunjang pengelolaan kawasan Benteng Keraton Buton.
“Kami berharap perhatian pemerintah pusat tidak hanya pada pelestarian fisik, tetapi juga terhadap pembangunan infrastruktur pendukung kebudayaan, termasuk pusat informasi wisata dan kebudayaan, agar pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan semakin baik,” ujar Idrus.
Idrus menambahkan, pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan bangunan bersejarah, tetapi juga menjaga simbol-simbol budaya, adat istiadat, serta nilai-nilai yang menjadi identitas masyarakat Buton dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.
“Budaya merupakan identitas bangsa yang harus terus dijaga, dirawat, dan dihargai. Kehadiran pemerintah pusat menjadi mitra penting bagi daerah, untuk memastikan pelestarian budaya berjalan secara berkelanjutan,” katanya.
Rangkaian kunjungan Menteri Kebudayaan diawali dengan ziarah ke makam Sultan Murhum sebelum meninjau kawasan Benteng Keraton Buton. Menurut Pemerintah Kota Baubau, langkah tersebut menunjukkan penghormatan terhadap nilai sejarah dan tokoh-tokoh penting dalam perjalanan Kesultanan Buton.
Kunjungan Menteri Kebudayaan Fadli Zon diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Pemerintah Kota Baubau dalam melestarikan Benteng Keraton Buton beserta seluruh kekayaan sejarahnya. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat konservasi, meningkatkan kualitas destinasi wisata budaya, serta memperluas pengenalan sejarah Buton di tingkat nasional maupun internasional.









Komentar