Konsolidasi Karang Taruna Baubau Perkuat Sinergi, Bareng BNN Bentuk Satgas Antinarkoba

Konsolidasi Karang Taruna Baubau Perkuat Sinergi, Bareng BNN Bentuk Satgas Antinarkoba

Karang Taruna Kota Baubau memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat kelurahan dan kecamatan, melalui kegiatan bertema “Sinergi Kebangsaan dan Transformasi Sosial Melalui Penguatan Karang Taruna”, yang digelar di Ballroom Vila Nirwana, Kota Baubau.

Konsolidasi tersebut menghasilkan komitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Baubau, untuk membentuk Satgas Antinarkoba di setiap kelurahan, sebagai upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika berbasis masyarakat.

Aidin, Ketua Karang Taruna Kota Baubau
Aidin, Ketua Karang Taruna Kota Baubau

Konsolidasi Organisasi Jadi Fondasi Penguatan Pemuda

Ketua Karang Taruna Kota Baubau, Aidin, mengatakan konsolidasi organisasi menjadi langkah strategis untuk menyatukan visi seluruh pengurus Karang Taruna mulai tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan dalam mendukung pembangunan daerah menuju Baubau Emas 2045.

Menurut Aidin, pembangunan daerah tidak mungkin dilakukan oleh satu organisasi secara sendiri-sendiri. Karena itu, sinergi antarpengurus Karang Taruna di seluruh tingkatan menjadi modal utama dalam membangun kekuatan sosial masyarakat.

“Sebagai Karang Taruna Kota, membangun Baubau tidak bisa kita lakukan sendiri. Hari ini kami mengajak seluruh Karang Taruna kelurahan dan kecamatan untuk bersinergi membangun Baubau menuju Baubau Emas 2045. Saya yakin melalui sinergi dan kolaborasi, Baubau akan menjadi kota yang jauh lebih baik ke depan,” kata Aidin.

Ia menjelaskan, Karang Taruna memiliki struktur organisasi yang menjangkau hingga tingkat kelurahan, sehingga memiliki potensi besar menjadi mitra pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

Kolaborasi Bersama BNN Bentuk Satgas Antinarkoba

Salah satu hasil penting dalam konsolidasi tersebut adalah rencana kerja sama antara Karang Taruna Kota Baubau dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Baubau, melalui pembentukan Satgas Antinarkoba di seluruh Karang Taruna kelurahan.

Aidin menyebut gagasan tersebut lahir setelah BNN melihat besarnya potensi pemuda yang tersebar di setiap kelurahan, untuk menjadi ujung tombak pencegahan penyalahgunaan narkotika.

“Kolaborasi dengan BNN menjadi salah satu output penting dari konsolidasi ini. BNN melihat potensi pemuda di setiap kelurahan, sehingga menawarkan agar Karang Taruna berpartisipasi dalam pencegahan narkoba melalui pembentukan Satgas di tingkat kelurahan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Satgas nantinya tidak hanya membantu pemerintah, tetapi juga memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dari ancaman peredaran narkotika.

Konsolidasi Karang Taruna Kota Baubau
Konsolidasi Karang Taruna Kota Baubau

Penguatan Peran Karang Taruna Hingga Kelurahan

Aidin menegaskan, Karang Taruna tidak boleh hanya menjadi organisasi yang dikenal sebatas nama, melainkan harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan pemuda. Ia menilai, generasi muda saat ini akan menjadi pemimpin pada momentum Indonesia Emas 2045, sehingga penguatan kapasitas organisasi harus dimulai sejak sekarang.

“Karang Taruna bukan sekadar nama atau simbol organisasi. Kita harus benar-benar bersinergi. Hari ini mungkin kita masih berusia 20 atau 22 tahun, tetapi pada 2045 nanti kita akan menjadi pengambil kebijakan. Masa depan itu ditentukan mulai hari ini,” katanya.

Alamsyah, Kepala BNN Kota Baubau
Alamsyah, Kepala BNN Kota Baubau

BNN Libatkan Pemuda Sebagai Garda Terdepan Pencegahan

Kepala BNN Kota Baubau, Alamsyah, menyambut baik komitmen Karang Taruna dalam memperkuat peran pemuda di tengah masyarakat. Menurutnya, jaringan Karang Taruna yang berada di seluruh kelurahan sangat strategis untuk mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

“Pertemuan ini sangat penting karena para pemuda dari seluruh kelurahan berkumpul. Mereka akan menjadi corong untuk menyampaikan bahaya narkoba di lingkungan masing-masing. Mereka akan kami latih, kemudian membentuk Satgas di setiap kelurahan,” ujar Alamsyah.

Ia menjelaskan, Satgas nantinya bertugas melakukan edukasi, pengawasan lingkungan, sekaligus menjadi mitra BNN dalam mendeteksi dini potensi peredaran narkotika di masyarakat.

Satgas Difokuskan pada Pencegahan Berbasis Kelurahan

Menurut Alamsyah, pendekatan pencegahan berbasis masyarakat jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan penegakan hukum. Karena itu, keberadaan Satgas Antinarkoba di setiap kelurahan diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pelaku peredaran narkotika.

“Satgas akan membantu memantau wilayah masing-masing. Ketika ada aktivitas yang mencurigakan, mereka bisa segera menyampaikan informasi, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan lebih cepat,” jelasnya.

Ia menambahkan keterlibatan pemuda menjadi bagian penting dalam membangun sistem kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman narkotika.

Gerakan Pencegahan Jadi Fokus Bersama

BNN berharap keberadaan Satgas Antinarkoba Karang Taruna mampu memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat, terutama kalangan remaja, melalui kegiatan sosialisasi yang dilakukan langsung oleh pemuda di lingkungan masing-masing.

“Yang kami maksimalkan adalah gerakan pencegahan. Karang Taruna akan mengumpulkan para pemuda di wilayahnya untuk diberikan edukasi, kemudian mereka yang akan meneruskan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Alamsyah.

Komitmen Membangun Baubau yang Aman dan Berdaya

Konsolidasi Karang Taruna Kota Baubau tidak hanya memperkuat soliditas organisasi, tetapi juga menghasilkan komitmen kolaboratif bersama BNN Kota Baubau dalam membangun sistem pencegahan narkotika berbasis masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat ketahanan sosial sekaligus mempersiapkan generasi muda sebagai aktor utama pembangunan menuju Baubau Emas 2045.

Komentar