oleh

“Kasus” Galaxy Inn, LSM Barakati Siapkan Gugatan

Baubau

Dugaan pelanggaran yang dilakukan Pemilik Hotel Galaxy Inn sepertinya memasuki babak baru. Pemilik Hotel yang beralamat di Jalan Budi Utomo Bataraguru Wolio Kota Baubau ini bakal digugat di Pengadilan Negeri Baubau.

Saat ini LSM Barakati tengah menyiapkan berkas gugatan, atas dugaan pelanggaran Undang-Undang nomor 28 Tahun 2002 tentang bangunan gedung, Peraturan Menteri Perhubungan RI nomor 75 PM tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas.

Gugatan ini menyusul Surat perihal Somasi (Peringatan) untuk dikeluarkan perintah pembongkaran terhadap sebagian bangunan Hotel Galaxy Inn tanpa IMB yang masuk dalam cakupan perluasan bangunan pada sekitar tahun 2017 yang tidak memiliki IMB. Surat Somasi sebelumnya telah dilayangkan LSM Barakati, Senin 21-01-2019.

Ketua LSM Barakati La Ode Sarifudin mengungkapkan, sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Baubau, dalam hal ini Dinas Perizinan dan Penanaman Modal yang tidak mengeluarkan IMB Hotel Galaxy Inn tahun 2017. Karena memang belum memenuhi persyaratan untuk diterbitkannya IMB.

Sarif menjelaskan, penyusunan dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas sebagai syarat formil untuk diterbitkannya IMB, dan syarat tersebut tidak dipenuhi oleh pemilik Hotel Galaxy Inn. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI nomor PM 75 tahun 2015 tentang penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas.

Kata Sarif, jelas diatur dalam Pasal 8 dan Pasal 9 kewajiban menunjuk dan menyusun dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas adalah kewajiban pengusaha.

“Kami sementara menyusun gugatan kepada pemerintah kota baubau untuk menertibkan, dan melakukan pembongkaran terhadap sebagian gedung hotel galaxy inn yang tidak memiliki imb. Insyaallah beberapa hari kedepan akan kami daftarkan di pengadilan negeri baubau,” tegasnya.

Sarif kemudian menyontohkan kasus penghentian pembangunan Hotel New Calista diporos Jalan Betoambari. Hotel tersebut terbukti melanggar aturan, sehingga pembangunannya dihentikan.

“Kita semua berharap terus berkembangnnya investasi di kota baubau, namun bukan investasi tanpa memenuhi aturan perundang-undangan di Negara ini. Semua warga negara memiliki perlakuan yang sama dimata hukum, tanpa terkecuali pemilik hotel galaxy inn,” ucapnya datar.

Selain Hotel Galaxy Inn, LSM Barakati juga melirik beberapa bangunan lainnya yang diduga kuat melanggar aturan, untuk dilakukan Somasi, dan tak menutup kemungkinan sampai pada gugatan.

“Gugatan itu dilakukan sebagai warning terhadap pemerintah maupun pengusaha, agar kedepannya selalu patuh terhadap peraturan perundang-undangan. Kami tidak ada maksud lain, hanya menginginkan agar kota baubau tertib,” pungkasnya.

Vonizz.com melakukan penelusuran dugaan pelanggaran yang dilakukan pemilik Hotel Galaxy Inn. Selasa 30-01-2019, Vonizz.com mendatangi kantor Dinas Perizinan dan Penanaman Modal untuk melakukan kroscek, konfirmasi mendalam. Namun salah seorang Kepala Bidang yang sempat ditemui, enggan berkomentar, dengan alasan harus ada izin dari pimpinannya. Sementara kala itu, Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal tidak berada di kantornya.

Manager Hotel Galaxy Inn yang dikonfirmasi tentang adanya upaya gugatan LSM Barakati, tak berkomentar. Ia mengatakan, akan menyampaikan hal tersebut kepada pimpinannya, pemilik Hotel Galaxy Inn.

(Voc report)

Komentar

News Feed