Tokoh Literasi Nasional, Bachtiar Adnan Kuşuma (Kanan).
Baubau
Berbicara tentang kemajuan literasi suatu daerah kota/kabupaten/provinsi, obyektifnya harus didukung dengan data. Menurut kajian Perpustakaan Nasional tentang Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) tahun 2024, Kota Baubau masih terbilang rendah bila disandingkan dengan beberapa daerah lainnya di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Menilik pertumbuhan kemajuan literasi di bumi anoa, Baubau masuk kategori sedang dengan nilai TGM 59,30, jauh lebih rendah dibawah Kota Kendari yang nilai TGM-nya 77,27 kategori tinggi. Disusul Kolaka Timur kategori tinggi dengan nilai TGM 76,22, dan Kolaka yang juga masuk kategori tinggi dengan nilai TGM 75,41.
Sementara itu, Muna mencatatkan nilai TGM 74,84 kategori sedang, Konawe Selatan kategori sedang dengan nilai TGM 71, 75, Konawe Utara nilai TGM 67,58 kategori sedang, Wakatobi nilai TGM 65,70 kategori sedang, Buton nilai TGM 64,92 kategori sedang, dan Konawe Kepulauan nilai TGM 63,98 kategori sedang.
Lanjut, Bombana nilai TGM 60,66 kategori sedang, Buton Tengah nilai TGM 59, 68 kategori sedang, Muna Barat nilai TGM 59, 60 kategori sedang, Buton Selatan nilai TGM 59,40 kategori sedang, Buton Utara nilai TGM 56,36 kategori sedang, serta Konawe nilai TGM 53,25 kategori sedang.
Tokoh Literasi Nasional, Bachtiar Adnan Kusuma, berharap, kabupaten/kota, provinsi di Indonesia, mengutamakan kegiatan literasi berbasis masyarakat, berkelanjutan dan terukur. Hindari kegiatan seremoni, jangan terpaku pada kegiatan sesaat, apalagi setelah kegiatan tidak ada kelanjutannya.
“Jangan terjebak pseudo literasi, tapi menggagas kegiatan yang sifatnya berkelanjutan dan bermanfaat panjang, merangkul pegiat literasi, pustakawan, juga penulis. Siapapun yang mau melibatkan diri dalam panggung literasi, sifatnya pengabdian, jalan dakwah, voluenteer, termasuk jurnalis dirangkul, perkuat sinergi kolaboratif,” lugasnya.
Penulis yang juga Pustakawan ini, menekankan bahwa ukuran kemajuan literasi suatu daerah berdasarkan TGM dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).
(Redaksi)









Komentar