Kejagung dan USDOJ OPDAT Kerja Sama Penanganan Tindak Pidana Siber

Jakarta

Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) bekerjasama dengan
U.S. Department Of Justice, Office Of Overseas Prosecutorial Development, Assistance, and Training (USDOJ OPDAT) dalam hal penanganan tindak pidana siber.

Kerjasama ini menjadi topik utama audiensi Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Dr Fadil Zumhana, didampingi Direktur Tindak Pidana Terhadap Keamanan Negara, Ketertiban Umum, dan Tindak Pidana Umum Lainnya Yudi Handono, S.H., M.H, yang juga selaku Ketua Satuan Tim Asistensi Penanganan Perkara Siber dan Barang Bukti Elektronik (BBE) dan Perwakilan dari Direktorat Tindak Pidana Terorisme dan Lintas Negara serta Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejagung, dengan perwakilan USDOJ OPDAT yang dihadiri oleh Penasihat Hukum Tetap Mr. Bruce Miyake, dan Scott Bradford selaku perwakilan International Computer Hacking and Intelectual Property Attorney Advisor for Southeast Asia.

Audiensi, Rabu (6/7/22), membahas tentang penanganan tindak pidana siber khususnya berkaitan dengan forensik digital maupun mata uang digital (cryptocurrency). Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah melalui peningkatan kapasitas para Jaksa di seluruh Indonesia.

“Aset-aset cryptocurrency ini hanya tercatat didalam sistem, sehingga proses penyitaannya memerlukan suatu atensi khusus, cara-cara tersendiri dalam proses penyitaannya yang belum diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana,” ujar JAM-Pidum.

Selanjutnya, JAM-Pidum mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang sudah terjalin antara Kejagung dengan USDOJ OPDAT selama lebih dari 17 tahun, khususnya dalam peningkatan kapasitas para Jaksa, terkait penanganan perkara tindak pidana siber.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Kasubdit Prapenuntutan Nur Rohman S.H., Kasubdit Penuntutan Syaifful Alam Yuliastana, S.H., M.H, Kasubbag Kerja Sama Luar Negeri Olivia Br Sembiring, S.H., M.H., Kasubbag Organisasi Internasional dan Perjanjian Internasional Arya Wicaksana, S.H., M.H, Anggota Satuan Tugas Tim Asistensi Penanganan Tindak Pidana Siber dan BBE, serta Jaksa pada Direktorat Tindak Pidana Terorisme dan Lintas Negara.

Pertemuan bertempat di ruang rapat JAM-Pidum, Lantai 2, dengan menerapkan protokol kesehatan. (Puspenkum Kejagung)

[Red]

Komentar