“Kemah Nasional, GERAM KEPTON Dilepas Syara Kidhina”

Catatan LM Irfan Mihzan

Kasamea.com

Kabarakatina Tana Wolio-Wolio Tanah Barakati (Berkah).

Syara Pataanguna, berlandaskan pada hukum bhinci-bhinciki kuli (cubitlah kulit sendiri, jika terasa sakit, maka demikian pula jika kita hendak mencubit kulit orang lain), yaitu: Pomae-maeka (saling menghormati), Popia-piara (saling memelihara atau mengayomi) mengabdi, Pomaa-maasiaka (saling mencintai), Poangka-angkataka (saling menghargai). Yinda-yindamo arata solana karo, Yinda-yindamo karo solana lipu, Yinda-yindamo lipu solana syara, Yinda-yindamo syara solana agama. Bermakna harfiah tiada-meniadalah harta demi diri. Tiada meniadalah diri demi negara, tiada meniadalah negara demi pemerintahan, tiada meniadalah pemerintahan demi agama.

Syara Pataanguna senantiasa dijunjung tinggi, mendarahdaging, tertanam dalam jiwa Gerakan Masyarakat Kepulauan Buton Nusantara (GERAM KEPTON), sebagai perekat pemersatu elemen pemuda, masyarakat enam cakupan wilayah persiapan Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) pemekaran Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). GERAM KEPTON yang hingga saat ini terus mempersiapkan agenda-agenda penting dalam upaya mengawal Maklumat Sultan Buton ke- 40 LM Izat Manarfa tentang pembentukan Provinsi Kepton, mengawal prosesnya dari Negeri Khalifatul Khamis, Ibu Kota Provinsi Sultra, di Kendari, hingga ke Ibu Kota RI, di Jakarta.

Usai menggelar konsolidasi akbar 17 Mei 2021, pembacaan Maklumat Sultan Buton tentang pembentukan Provinsi Kepton 25 Mei 2021 (kedua gelaran ini bertempat di Istana Ilmiah (Kamali) di Kota Baubau. Istana tempat berlangsungnya peristiwa-peristiwa bersejarah, peninggalan monumental Kesultanan Buton, sebelum hingga sesudah bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kini GERAM KEPTON tengah mempersiapkan agenda Kemah Nusantara di kantor DPRD Sultra dan kantor Gubernur Sultra, yang direncanakan 7 Juni 2021-selesai.

Mengetahui bahwasanya pergerakan mendorong percepatan pembentukan Provinsi Kepton ini berlatar sejarah panjang sejak puluhan tahun silam. Sejak Sultan Buton ke- 38 La Ode Falihi dengan besar hati menyerahkan wilayah Kesultanan Buton bergabung dalam bingkai NKRI. Sultan La Ode Falihi meminta agar Kesultanan Buton tetap diakui eksistensinya sebagai satu daerah Istimewa (otonom) di bumi Nusantara.

Namun apa yang disuarakan, diperjuangkan Sultan La Ode Falihi, hingga saat ini belum juga terwujud, meskipun dalam belasan tahun terakhir ini usulan kembali dilayangkan kepada pemerintah, baik usul daerah otonom dengan nama Provinsi Buton Raya, berlanjut berganti nama Provinsi Kepton.

Provinsi Kepton telah dideklarasikan, Sultan LM Izat Manarfa (Cucu Sultan La Ode Falihi) pun telah mengumandangkan Maklumat, menandai lahirnya Provinsi Kepton. Maklumat berisi pesan yang ditujukan kepada Presiden RI, Wakil Presiden RI, juga para pemangku kebijakan pemerintahan. Bahwa Rakyat Kesultanan Buton menghendaki kembalinya segera kedaulatan negeri enam cakupan wilayah (Eks wilayah Kesultanan Buton) dalam satu jazirah, Provinsi Kepton.

GERAM KEPTON mengambil peran dengan mengedepankan nilai-nilai Kebutonan, berjuang berbalut semangat spiritual, adat budaya Kebutonan. Mengawal Maklumat Sultan, konsisten dalam satu tekad mendorong percepatan terbentuknya Provinsi Kepton.

Hari ini, Jumat 4 Juni 2021, GERAM KEPTON menjalani ritual (pelepasan dengan doa) oleh Perangkat Masjid Agung Keraton Kesultanan Buton (Syara Kidhina), di Masjid Agung Keraton Kesultanan Buton. Memohon ridho Allah SWT, semoga setiap proses diberi kemudahan, kelancaran oleh-Nya, dan dapat segera terwujud cita-cita terbentuknya Provinsi Kepton. Ritual doa ini usai GERAM KEPTON menunaikan sholat Jumat di Masjid Agung Keraton Kesultanan Buton.

GERAM KEPTON terbuka untuk seluruh elemen masyarakat Kepton, yang memiliki kesamaan persepsi, pandangan pemikiran, bergerak semata karena Terpanggil, Bukan Dipanggil. Dengan niat tulus, tanpa pamrih, semata pengabdian untuk daerah tercinta. Tanpa siapa sebagai, tanpa tunggangan kepentingan politik tertentu. Sebab Provinsi Kepton milik semua kita anak negeri.

Menghormati, menghargai para pendahulu, para Tokoh, yang telah lebih dulu mengawal proses Provinsi Kepton, GERAM KEPTON jauh sebelumnya telah bersilaturahmi. Berkunjung langsung dikediaman mereka, meminta nasehat serta pandangan, motivasi sekaligus petunjuk dalam melakukan langkah-langkah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tak lupa GERAM KEPTON melakukan ziarah Makam. Berdoa di Makam Sultan Murhum, Makam Sultan di Baadia, Makam Sultan di Bariya, juga di Makam Leluhur lainnya, yang mewariskan peradaban negeri Butuuni. (***)

Komentar